Advertisement
PTM di Bantul, Meja Kursi Siswa Makin Direnggangkan
Siswa SMKN 1 Bantul mulai menjalani pembelajaran tatap muka terbatas dengan serangkaian prokes ketat mulai Senin (19/4/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas sudah mulai dilakukan di DIY. Di Bantul pelaksanaan pembelajaran tatap muka terpantau lancar, pelaksanaan prokes terhitung berjalan baik.
Salah satu sekolah yang didapuk sebagai pilot project pembelajaran tatap muka terbatas di DIY adalah SMKN 1 Bantul. Dari pantauan, prokes khususnya jaga jarak terpantau tertib. Jarak antar meja siswa satu dengan lainnya pun direnggangkan dari biasanya. Masing-masing meja hanya diperuntukkan untuk satu siswa dengan duduk tak saling sejajar. Masker pun telah dipakai siswa baik saat pelajaran maupun saat keluar kelas.
Advertisement
Kepala Sekolah SMK 1 Bantul, Mujari menerangkan dari pantauan kondisi pembelajaran terbatas pada hari pertama, beragam skema telah sesuai dengan rencana. Dari kapasitas siswa dalam satu kelas misalnya, rata-rata hanya diisi 18 siswa atau 50 persen dari total siswa satu kelasnya. "Pembelajaran di dalam maupun di luar kelas juga sudah diatur berjarak. Olahraga dan seni budaya di luar kelas tapi tetap berjarak," tegasnya pada Senin (19/4/2021).
Baca juga: Gara-gara Hajatan Mitoni, 29 Warga Playen Terinfeksi Covid-19
Evaluasi Mujari pengaturan jarak meja antar siswa perlu lebih direnggangkan. "Tapi sudah kita antisipasi. Karena masih ada space di paling belakang itu sebaiknya itu direnggangkan lagi, itu sudah kita tindaklanjuti," terangnya.
Kedisiplinan siswa pun menurut pandangan Mujari telah cukup baik dan kondusif. "Baik kedatangannya, maskernya, cuci tangannya semua sudah kondusif. Karena sudah terbiasa hampir satu tahun jadi pakai masker adalah hal yang sudah enggak aneh lagi," tuturnya.
Diutarakan Mujari, besar harapan orangtua siswa harapannya semester mendatang pembelajaran bisa dilakukan normal. "Tapi kan lihat kondisi, dari percontohan ini bisa berjalan dengan baik sampai hari terakhir. Selanjutnya itu menjadi dasar pelaksanaan pembelajaran ke depannya. Intinya keselamatan warga sekolah yang utama," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jumlah Korban Bencana Agam Bertambah: 86 Tewas dan 88 Hilang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Simulasi Keracunan Pangan Digelar di 8 Sekolah Sleman, Ini Jadwalnya
- Ruang Komputer SMP Nanggulan Dibobol, 14 Laptop Chromebook Lenyap
- Sosialisasi Perkoperasian Dukung UMKM dan Masjid di Code
- Kalurahan di Sleman Didorong Jadi Teladan Keterbukaan Informasi
- Jembatan Bambu akan Gantikan Akses Putus Jalur Wisata Srikeminut
Advertisement
Advertisement




