PTM di Bantul, Meja Kursi Siswa Makin Direnggangkan

Siswa SMKN 1 Bantul mulai menjalani pembelajaran tatap muka terbatas dengan serangkaian prokes ketat mulai Senin (19/4/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
19 April 2021 16:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas sudah mulai dilakukan di DIY. Di Bantul pelaksanaan pembelajaran tatap muka terpantau lancar, pelaksanaan prokes terhitung berjalan baik.

Salah satu sekolah yang didapuk sebagai pilot project pembelajaran tatap muka terbatas di DIY adalah SMKN 1 Bantul. Dari pantauan, prokes khususnya jaga jarak terpantau tertib. Jarak antar meja siswa satu dengan lainnya pun direnggangkan dari biasanya. Masing-masing meja hanya diperuntukkan untuk satu siswa dengan duduk tak saling sejajar. Masker pun telah dipakai siswa baik saat pelajaran maupun saat keluar kelas.

Kepala Sekolah SMK 1 Bantul, Mujari menerangkan dari pantauan kondisi pembelajaran terbatas pada hari pertama, beragam skema telah sesuai dengan rencana. Dari kapasitas siswa dalam satu kelas misalnya, rata-rata hanya diisi 18 siswa atau 50 persen dari total siswa satu kelasnya. "Pembelajaran di dalam maupun di luar kelas juga sudah diatur berjarak. Olahraga dan seni budaya di luar kelas tapi tetap berjarak," tegasnya pada Senin (19/4/2021).

Baca juga: Gara-gara Hajatan Mitoni, 29 Warga Playen Terinfeksi Covid-19

Evaluasi Mujari pengaturan jarak meja antar siswa perlu lebih direnggangkan. "Tapi sudah kita antisipasi. Karena masih ada space di paling belakang itu sebaiknya itu direnggangkan lagi, itu sudah kita tindaklanjuti," terangnya.

Kedisiplinan siswa pun menurut pandangan Mujari telah cukup baik dan kondusif. "Baik kedatangannya, maskernya, cuci tangannya semua sudah kondusif. Karena sudah terbiasa hampir satu tahun jadi pakai masker adalah hal yang sudah enggak aneh lagi," tuturnya.

Diutarakan Mujari, besar harapan orangtua siswa harapannya semester mendatang pembelajaran bisa dilakukan normal. "Tapi kan lihat kondisi, dari percontohan ini bisa berjalan dengan baik sampai hari terakhir. Selanjutnya itu menjadi dasar pelaksanaan pembelajaran ke depannya. Intinya keselamatan warga sekolah yang utama," tandasnya.