Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sejumlah pengunjung memberi makan ikan di Pasar Ramadan Nologaten, Senin (19/4/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Saat Ramadan, pasar takjil menjamur di sejumlah ruas jalan. Di Padukuhan Nologaten, Caturtunggal, Depok, sepetak lahan bekas kolam ikan yang sudah cukup lama menganggur dimafaatkan oleh pemuda setempat menjadi Pasar Ramadan.
Salah satu pemuda yang menginisiasi Pasar Ramadan Nologaten, Abimanyu Mahendra, menjelaskan berbeda dengan pasar pada umumnya, di Pasar Ramadan Nologaten ini penyelenggara memberikan hiburan tambahan bagi pengunjung. yakni parit kecil yang berisikan ikan nila dan lele.
BACA JUGA: Lahan Parkir di Jogja Minim, Pemkot kaji Penggunaan Parkir Vertikal
Parit ini melintang di tengah bekas kolam ikan tersebut. Di situ, pengunjung bisa memberi makan ikan sembari membeli sajian kuliner untuk buka puasa. “Kami beri ikan supaya lebih menarik perhatian anak-anak,” ujarnya, Senin (19/4/2021).
Pasar Ramadan Nologaten ini bertujuan menggerakkan pemuda dengan menyiapkan lahan yang sudah lama tak terpakai tersebut menjadi tempat yang produktif untuk ekonomi masyarakat serta membangkitkan kembali perekonomian masyarakat setempat yang selama ini terdampak oleh pandemi Covid-19. “Selama pandemi ibu-ibu pendapatannya minim. Maka kami inisiasi Pasar Ramadan dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi warga Nologaten,” katanya.
Pasar Ramadan Mologaten buka setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga waktu buka puasa. Sejumlah kuliner yang dijajakan bermacam-macam, mulai dari kolak, nugget, cumi bakar dan lainnya. Pasar Ramadan ini akan terus buka hingga H-7 lebaran.
BACA JUGA: Pemudik Diprediksi Masuk Jogja Sebelum Libur Tiba, Ini Imbauan Sultan
Untuk menghindari penularan Covid-19, di Pasar Ramadan Nologaten diterapkan protokol kesehatan mulai dari menjaga jarak yang cukup antar stan, mewajibkan penjual dan pengunjung memakai masker, serta menyediakan tempat cuci tangan.
Dukuh Nologaten, Sulistyo Eko Narmono, mengatakan di lokasi tersebut awalnya akan dijadikan pasar tiban setiap hari Minggu, namun bertepatan dengan Ramadan, maka digelarlah Pasar Ramadan. “Untuk memfasilitasi warga Nologaten agar bisa berjualan. Kami mendukung semangat baik muda-mudi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.