Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sejumlah pengunjung memberi makan ikan di Pasar Ramadan Nologaten, Senin (19/4/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Saat Ramadan, pasar takjil menjamur di sejumlah ruas jalan. Di Padukuhan Nologaten, Caturtunggal, Depok, sepetak lahan bekas kolam ikan yang sudah cukup lama menganggur dimafaatkan oleh pemuda setempat menjadi Pasar Ramadan.
Salah satu pemuda yang menginisiasi Pasar Ramadan Nologaten, Abimanyu Mahendra, menjelaskan berbeda dengan pasar pada umumnya, di Pasar Ramadan Nologaten ini penyelenggara memberikan hiburan tambahan bagi pengunjung. yakni parit kecil yang berisikan ikan nila dan lele.
BACA JUGA: Lahan Parkir di Jogja Minim, Pemkot kaji Penggunaan Parkir Vertikal
Parit ini melintang di tengah bekas kolam ikan tersebut. Di situ, pengunjung bisa memberi makan ikan sembari membeli sajian kuliner untuk buka puasa. “Kami beri ikan supaya lebih menarik perhatian anak-anak,” ujarnya, Senin (19/4/2021).
Pasar Ramadan Nologaten ini bertujuan menggerakkan pemuda dengan menyiapkan lahan yang sudah lama tak terpakai tersebut menjadi tempat yang produktif untuk ekonomi masyarakat serta membangkitkan kembali perekonomian masyarakat setempat yang selama ini terdampak oleh pandemi Covid-19. “Selama pandemi ibu-ibu pendapatannya minim. Maka kami inisiasi Pasar Ramadan dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi warga Nologaten,” katanya.
Pasar Ramadan Mologaten buka setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga waktu buka puasa. Sejumlah kuliner yang dijajakan bermacam-macam, mulai dari kolak, nugget, cumi bakar dan lainnya. Pasar Ramadan ini akan terus buka hingga H-7 lebaran.
BACA JUGA: Pemudik Diprediksi Masuk Jogja Sebelum Libur Tiba, Ini Imbauan Sultan
Untuk menghindari penularan Covid-19, di Pasar Ramadan Nologaten diterapkan protokol kesehatan mulai dari menjaga jarak yang cukup antar stan, mewajibkan penjual dan pengunjung memakai masker, serta menyediakan tempat cuci tangan.
Dukuh Nologaten, Sulistyo Eko Narmono, mengatakan di lokasi tersebut awalnya akan dijadikan pasar tiban setiap hari Minggu, namun bertepatan dengan Ramadan, maka digelarlah Pasar Ramadan. “Untuk memfasilitasi warga Nologaten agar bisa berjualan. Kami mendukung semangat baik muda-mudi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menghadapi pasangan India pada final Thailand Open 2026 setelah tampil impresif tanpa kehilangan gim.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.