Pemudik Diprediksi Masuk Jogja Sebelum Libur Tiba, Ini Imbauan Sultan

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
19 April 2021 16:57 WIB David Kurniawan Jogja Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jaga Warga menjadi salah satu andalan Pemerintah DIY untuk menekan laju penyebaran virus Corona di masyarakat. Pemkab Gunungkidul diminta mengoptimalkan program ini untuk memaksimalkan dalam upaya penanggulangan.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan, penularan virus Corona di Gunungkidul merupakan yang terendah di DIY. Selain jumlah kasus, hal itu terlihat dari suspek yang hanya mencapai sekitar 300 orang. Kondisi ini berbeda dengan penularan di Sleman atau Bantul yang masih tinggi dengan jumlah suspek yang lebih dari 1.000 orang.

“Setiap hari saya lihat datanya. Untuk yang tertinggi kalau tidak Bantul ya Sleman. Sedangkan untuk Gunungkidul merupakan yang terendah,” katanya di sela-sela kegiatan melihat penyulingan minyak kayu putih di Sedang Mole, Kalurahan Gading, Playen, Senin (19/4/2021).

BACA JUGA: Gara-gara Hajatan Mitoni, 29 Warga Playen Terinfeksi Covid-19

Meski penularan tergolong rendah, Sultan tetap berharap agar program jaga warga tetap dioptimalkan agar pencegahan lebih dimakimalkan. Ia menjelaskan, program ini dibentuk dengan melibatkan 20-35 orang. Adapun tugasnya untuk pencegahan dan membantu petugas Satpol PP maupun Babinkhamtibmas mengingatkan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Jadi kalau warga sendiri yang mengingatkan akan bisa lebih mudah. Saya juga sudah mengeluarkan Surat Keputusan agar lurah bisa menggunakan anggaran untuk penanggulangan corona,” katanya.

Disinggung mengenai larangan mudik, Sultan HB X berpendapat akan banyak perantau yang pulang ke DIY sebelum larangan diterapkan. Oleh karenanya, program jaga warga harus dioptimalkan dalam upaya penanggulangan.

“Kami tidak bisa melarang pemudik pulang lebih cepat [untuk menyiasati larangan mudik]. Yang terpenting pemudik menerapkan protokol kesehatan 5 M yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” ungkapnya.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta berjanji akan mengoptimalkan program jaga warga untuk mengoptimalkan penanggulangan virus corona. Meski belum mengecek secara detail terkait keberadaannya di setiap dusun, namun ia berpendapat bahwa program sudah mulai dijalankan. “Nanti akan saya cek. Yang jelas, saya komitmen dengan program jaga warga,” katanya.