40 Ribu Lebih Kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul Aktif Lagi
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jaga Warga menjadi salah satu andalan Pemerintah DIY untuk menekan laju penyebaran virus Corona di masyarakat. Pemkab Gunungkidul diminta mengoptimalkan program ini untuk memaksimalkan dalam upaya penanggulangan.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan, penularan virus Corona di Gunungkidul merupakan yang terendah di DIY. Selain jumlah kasus, hal itu terlihat dari suspek yang hanya mencapai sekitar 300 orang. Kondisi ini berbeda dengan penularan di Sleman atau Bantul yang masih tinggi dengan jumlah suspek yang lebih dari 1.000 orang.
“Setiap hari saya lihat datanya. Untuk yang tertinggi kalau tidak Bantul ya Sleman. Sedangkan untuk Gunungkidul merupakan yang terendah,” katanya di sela-sela kegiatan melihat penyulingan minyak kayu putih di Sedang Mole, Kalurahan Gading, Playen, Senin (19/4/2021).
BACA JUGA: Gara-gara Hajatan Mitoni, 29 Warga Playen Terinfeksi Covid-19
Meski penularan tergolong rendah, Sultan tetap berharap agar program jaga warga tetap dioptimalkan agar pencegahan lebih dimakimalkan. Ia menjelaskan, program ini dibentuk dengan melibatkan 20-35 orang. Adapun tugasnya untuk pencegahan dan membantu petugas Satpol PP maupun Babinkhamtibmas mengingatkan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.
“Jadi kalau warga sendiri yang mengingatkan akan bisa lebih mudah. Saya juga sudah mengeluarkan Surat Keputusan agar lurah bisa menggunakan anggaran untuk penanggulangan corona,” katanya.
Disinggung mengenai larangan mudik, Sultan HB X berpendapat akan banyak perantau yang pulang ke DIY sebelum larangan diterapkan. Oleh karenanya, program jaga warga harus dioptimalkan dalam upaya penanggulangan.
“Kami tidak bisa melarang pemudik pulang lebih cepat [untuk menyiasati larangan mudik]. Yang terpenting pemudik menerapkan protokol kesehatan 5 M yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” ungkapnya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta berjanji akan mengoptimalkan program jaga warga untuk mengoptimalkan penanggulangan virus corona. Meski belum mengecek secara detail terkait keberadaannya di setiap dusun, namun ia berpendapat bahwa program sudah mulai dijalankan. “Nanti akan saya cek. Yang jelas, saya komitmen dengan program jaga warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Seorang PNS Dinkes Kulonprogo rutin bersepeda ontel ke kantor untuk menjaga kebugaran sekaligus mendukung efisiensi BBM usai harga Pertamax naik.
Pelajari cara membuat gambar dan mengedit foto dengan Gemini AI menggunakan prompt yang tepat agar hasil visual lebih akurat dan menarik.
Coba 4 gerakan olahraga ringan setelah bangun tidur selama 5–10 menit untuk membantu tubuh lebih bugar, lentur, dan siap beraktivitas.
Jadwal KRL Solo Jogja terbaru hari ini Rabu 29 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.