Bermula dari Takmir Masjid, Klaster Covid-19 di Jongke Kidul Sleman Berakibat Kematian Seorang Lansia

Ilustrasi. - Freepik
22 April 2021 18:57 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Puluhan orang di Padukuhan Jongke Kidul, Sendangadi, Mlati Sleman terinfeksi Covid-19. Pemkab membeberkan awal mula penularan yang terjadi di wilayah tersebut.

Padukuhan Jongke Kidul menjadi klaster penularan Covid-19 baru setelah ditemukan 35 warga positif dengna dua orang meninggal. Puskesmas Mlati bersama Satgas Covid-19 Kalurahan Sendangadi pun menggelar skrining masal untuk 300 warga selama dua hari.

Satgas Covid-19 Kalurahan Sendangadi, Parjiono, menjelaskan dari 35 kasus positif yang ditemukan di Jongke kidul, saat ini sebagian besar telah sembuh dan selesai menjalani isolasi mandiri. “Ada juga yang dibawa ke rumah sakit, tapi sudah pulang,” ujarnya, Kamis (22/4/2021).

Sementara dua kasus meninggal kata dia, merupakan lansia dan memiliki komorbid. Klaster di Jongke Kidul bermula dari ditemukannya satu kasus di salah satu keluarga pada 8 April lalu, yang kemudian secara bersamaan ditemukan pula sejumlah kasus lainnya oleh warga yang melakukan swab mandiri.

BACA JUGA: Penularan Covid-19 di Ponpes Kulonprogo Bertambah, Sudah 63 Orang Terinfeksi

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, mengungkapkan kemunculan klaster ini berawal dari adanya satu takmir masjid di Jognke Kidul yang dirawat di JIH dan dinyatakan positif. Pada waktu yang sama beberapa warga mengalami gejala demam dan setelah diswab ternyata positif.

“Kemungkinan penularan awal terjadi di masjid tersebut. Kemudian ada jemaah lansia 80 tahun yang positif dan meninggal dunia sudah dirukti dengan protokol covid-19, tetapi warga sekitar tetap melakukan takziah. Dari tracing awal ditemukan 31 kasus positif,” katanya.