Jam Operasional YIA Bakal Dipangkas Mulai 6 Mei

Kondisi terminal keberangkatan YIA yang ramai penumpang, Minggu (3/1/2021). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
25 April 2021 18:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Jam operasional bandara YIA rencananya bakal dipangkas pada 6 Mei 2021 mendatang. Kebijakan tersebut menyusul adanya adendum Surat Edaran (SE) nomor 13 tahun 2021 tentang peniadaan mudik hari raya idul fitri tahun 1442 hijriah dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan cuci ramadan 1442 hijriah yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 RI.

Pelaksana Tugas Sementara General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengatakan jam operasional bandara YIA yang normalnya berkisar sampai dengan 12 jam, nantinya bakal dipangkas separuhnya dari durasi normal.

"Tanggal 6 nanti kalaupun maskapai penerbangan beroperasi jumlahnya pasti kecil. Kita akan kurangi jam operasional di YIA. Yang tadinya sampai malam, kemungkinan akan dikurangi dari pagi sampai siang saja," kata Agus Pandu pada Minggu (25/4/2021).

Lebih lanjut, keputusan untuk memangkas jam operasional bandara YIA jelang larangan mudik pada 6 hingga 17 Mei mendatang juga masih menunggu koordinasi yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura I dengan maskapai yang beroperasi di YIA.

BACA JUGA: Ditodong Pakai Clurit, Pedagang Pasar Semin Kehilangan Uang Jutaan Rupiah

"Tunggu tanggal 1 Mei, saya akan mengumpulkan seluruh maskapai yang beroperasi di YIA. Keputusannya nanti akan kita sampaikan ya," kata Agus Pandu.

Soal pemangkasan jam operasional bandara YIA nantinya juga akan berdampak kepada jam operasional maskapai penerbangan yang beroperasi di YIA. Saat ini, maskapai penerbangan yang beroperasi di YIA antara lain Lion Air, Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, Citilink, dan Batik Air.

"Kalau nanti maskapai misalnya Garuda Indonesia ya, mengajukan penerbangan dengan rute Jakarta pagi, siang, dan malam nantinya akan saya atur untuk reschedule di jam yang pagi dan siang. Karena pasti akan ada pengurangan jumlah penerbangan imbas larangan mudik," kata Agus Pandu.