PMI Gunungkidul Kehabisan Stok Darah

Ilustrasi. - Everypixel
26 April 2021 17:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Stok darah di PMI Gunungkidul semakin menipis setiap harinya. Bahkan, untuk golongan darah AB tidak ada stok sama sekali. Kondisi ini berlangsung sejak awal puasa lalu.

Kepala Unit Donor Darah, PMI Gunungkidul, Triyani Heny Astuti mengatakan, stok darah di PMI pada saat ini tidak banyak. Pasalnya, untuk golongan darah A hanya tersedia satu kantong, B tersedia 16 kantong dan O sebanyak tujuh kantong. Sedangkan untuk golongan darah AB tidak ada stok sama sekali. “Stoknya memang tidak banyak, bahkan untuk jenis AB kami tidak memiliki cadangan,” kata Heny kepada Harianjogja.com, Senin (26/4/2021).

BACA JUGA : Informasi Stok Darah PMI di DIY Senin, 26 April 2021 

Dia menjelaskan, sejak adanya pandemic corona jumlah pendonor semakin berkurang. Kondisi ini diperparah dengan memasuki bulan puasa jumlah yang mendonorkan bertambah sedikit. “Sudah jadi kebiasaan kalau puasa yang donor berkurang,” katanya.

Heny mengungkapkan, PMI Gunungkidul sebenarnya sudah melakukan langkah antisipasi dengan menghubungu pendonor aktif sebelum puasa. Meski demikian, upaya yang dilakukan belum maksimal karena ada kendala pendonor baru melakukan vaksinasi corona sehingga tidak bisa langsung mendonorkan darahnya.

“Harus ada rentang waktu selama dua minggu setelah vaksin, baru boleh melakukan donor. Jadi, beberapa waktu ini ada yang menunda jadwal donor karena habis divaksin,” ujarnya.

 

Meski demikian, ia berharap masyarakat bisa berpartisipasi aktif untuk memberikan donor. Hal ini dibutuhkan untuk menjamin ketersediaan stok agar ada jaminan layanan pada saat ada warga yang membutuhkan pendonor. “PMI tidak mungkin bekerja sendirian dan butuh partisipasi aktif dari masyarakat,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua PMI Gunungkidul, Iswandoyo. Menurut dia, sudah menjadi kebiasaan pada saat puasa, stok darah yang dimiliki mengalami penurunan. Meski demikian, ia berharap usai Lebaran stok kembali normal seiring adanya donor aktif dari masyarakat.

“Memang saat puasa yang donor menurun, tapi mudah-mudahan setelah puasa bisa kembali normal,” katanya.

Iswandoyo mengakui, tetap berusaha meperbanyak stok dengan menerjunkan mobile unit keliling ke kecamatan atau instansi yang biasa melakukan donor darah rutin. “Kami terus berusaha agar stok tercukupi. Secara jadwal, rencananya di awal Mei akan ada dua kali kegiatan donor darah,” katanya.