Menpora: Pelajaran Penjaskes Sering Dianggap Tidak Penting

Menpora Zainudin Amali (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan di UNY, Kamis (29/4/2021). - Harian Jogja/Sunartono
29 April 2021 22:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menilai bangsa Indonesia belum menempatkan olahraga sebagai hal utama. Dalam beberapa urusan yang berkaitan dengan olahraga seperti mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) yang diampu oleh Guru Olahraga masih sering dianggap tidak penting.

Zainudin Amali menegaskan, harus diakui Bangsa Indonesia belum menempatkan olahraga sebagai hal utama dalam pembangunan. Dalam UU No. 9/2015 tentang Perubahan Kedua atas UU No.23/ 2014 tentang Pemerintahan Daerah, olahraga hanya sebagai posisi pilihan sehingga tidak menjadi hal utama. Dari sisi sumber daya manusia (SDM) Indonesia memiliki banyak sarjana olahraga, namun posisinya masih terpinggirkan bahkan kadang pelajaran Penjaskes diampu oleh guru mata pelajaran lain.

“Setelah saya lihat dari awal memang kita [olahraga] diposisikan marjinal. Saya berani ngomong gitu, baik tingkat bawah, bahkan guru penjaskes kita bisa dirangkap guru agama karena dianggap [mata pelajaran olahraga ini] ini enggak penting," katanya dalam membuka Rakernas Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) di UNY pada Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Hasil Survei: 50% Perusahaan di Indonesia Permanenkan Sistem Kerja dari Rumah

Di sisi lain, kata dia, keberadaan ISORI yang sudah hadir sejak 52 tahun silam namun belum banyak dirasakan masyarakat. Ia mendorong agar ISORI melakukan kebangkitan dan menjadikan posisi sarjana olahraga maupun guru olahraga menjadi naik kelas dan setara sebagai komponen yang dbutuhkan untuk membangun bangsa.

"Ini harus menjadi awal kebangkitan dari ISORI, harus naik kelas, menjadi komponen yang dibutuhkan membangun bangsa. Karena ISORI yang membuat fondasi kebugaran dan berkontribusi secara nyata membangun olahraga secara nasional dan SDM," katanya.

Ia meminta kepada pengurus ISORI agar menjadikan para anggotanya sebagai sarjana olahraga yang lebih percaya diri. Karena dengan rasa percaya diri itu maka akan lahir banyak kreativitas dan inovasi di bidang olahraga.

Baca juga: Empat Layanan Kependudukan Ini Bisa Ditemukan di Jogja Smart Service

“Tetapi kalau dia tidak percaya diri, karena terpaksa masuk ke Fakultas Olahraga maka harus dibikin percaya diri. Harus diyakinkan bahwa olahraga menjadi komponen yang dibutuhkan bangsa,” ujarnya.

Rektor UNY Profesor Sumaryanto menambahkan UNY memiliki Fakultas Olahraga dengan berbagai fasilitas yang lengkap, akan didedikasikan untuk mendukung serta mengangkat derajat sarjana olahraga. “Prinsipnya sebagai kampus yang memiliki Fakultas Olahraga kami mendukung berbagai program ISORI untuk mengembangan olahraga,” katanya.

Ketua Umum PP ISORI Profesor Syahrial menilai, saat ini menjadi awal kebangkitan sarjana olahraga untuk memberikan kontribusi terhadap bangsa di bidang olahraga.

“Kami ISORI hidup kagi karena ada tugas jelas dari pemerintah. Kami berharap agar ke depan ada penghargaan kepada para sarjana olahraga atau guru olahraga terutama di desa-desa yang berkontribusi di bidang olahraga. Karena selama ini jarang mereka ada penghargaan,” ucapnya.