Golkar Gelar Doa untuk Awak KRI Nanggala, Gandung: Jangan Beli Alutsista Bekas

Peringatan Nuzulul Quran dan Doa Bersama untuk Awak KRI Nanggala 402 di Kantor DPD I Golkar DIY, Kamis (29/4/2021) malam. - Harian Jogja/Sunartono
30 April 2021 11:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kader Golkar DIY menggelar peringatan Nuzulul Quran dan Doa Bersama untuk Awak KRI Nanggala 402 di Kantor DPD I Golkar DIY, Kamis (29/4/2021) malam. Kegiatan itu sebagai bentuk keprihatinan terhadap peristiwa tenggelamnya kapal selam dari Korps Hiu Kencana TNI AL.

Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya mendoakan untuk para awak KRI Nanggala-402, namun juga mendoakan anggota keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan. Partai Golkar telah berkomunikasi dengan Pemerintah untuk memberikan perhatian penuh kepada keluarga awak KRI Nanggala. Selain itu mendorong agar masa depan putra putri awak kapal tersebut diberikan jaminan.

“Apalagi keluarganya ada yang masih memiliki anak kecil, ini kita harus ikut menjamin masa depannya, ini hal yang penting,” katanya, Kamis (29/4/2021).

Tragedi tenggelamnya KRI Nanggala juga menjadi evaluasi terkait penganggaran alat utama sistem senjata (Alutsista). Gandung menyatakan melalui DPR, dirinya akan memperjuangkan dan mendorong penambahan alutsista yang modern alias beli dengan barang baru, bukan bekas. Karena jika dihitung antara alutsista bekas dan baru biayanya hampir sama, mengingat biaya pemeliharaannya tergolong tinggi.

Baca juga: Menhan: Banyak Pihak Jaga Masa Depan Keluarga Awak KRI Nanggala-402

“Kita di Asean nomer satu angkatan bersenjatanya, tetapi ketika ada musibah harus meminjam negara kecil [Singapura], tentu ini sangat memukul hati kita. Kalau bisa jangan beli second, beli yang baru. Kita punya PT PAL, itu bagus, negara lain banyak yang pesan, pakai saja PT PAL untuk pengadaan,” katanya.

Gandung menambahkan selain doa bersama untuk awak KRI Nanggala, juga digelar pengajian peringatan Nuzulul Qur’an 1424 H. Digelarnya kegiatan keagamaan itu sebagai salah satu upaya membentengi kader dari radikalisme.

Golkar, kata dia, terus melakukan deradikalisasi untuk pemahaman agama secara benar sehingga mendatangkan beberapa Ustaz yang memahami agama secara menyeluruh dan tidak sepotong-potong. Karena pemahaman agama yang sepotong-potong seringkali menimbulkan pemahaman yang radikal. Ia berharap melalui ajakan untuk memahami agama secara moderat sehingga persaudaraan kebangsaan bisa terwujud.

“Kami dari seluruh elemen organisasi internal Golkar menggalakkan deradikalisasi untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang tentram. Momentum keagaaman, tidak hanya Islam, termasuk agama lain akan berusaha kami galakkan kegiatannya,” ujarnya.