Jelang Larangan Mudik, 295 Personel Gabungan di Kulonprogo Turun ke Jalan

Polres Kulonprogo menurunkan sebanyak 295 personel gabungan yang ditugaskan mengamankan jalannya Operasi Ketupat 2021. - Ist/dok Polres Kulonprogo
02 Mei 2021 13:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Polres Kulonprogo menurunkan sebanyak 295 personel gabungan yang ditugaskan mengamankan jalannya Operasi Ketupat 2021 yang mulai diterapkan pada tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021 mendatang.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan ratusan personel tersebut akan bertugas di empat pos yang didirikan saat melakukan pengawasan terhadap mobilitas warga saat periode larangan mudik diterapkan.

"Personel dibagi ke empat pos pengamanan (Pospam). Di antaranya, Pospam Pasar Baru Sentolo sebanyak 33 personel dan Pospam perbatasan wilayah di kapanewon Temon sebanyak 60 personel. Serta pos pelayanan (Posyan) yang melakukan pengawasan di tempat wisata, yakni Posyan Glagah sebanyak lima personel dan Posyan Kalibiru sebanyak 4 personel," kata Jeffry pada Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Nikmatnya Berbuka sambil Menikmati Panorama Persawahan Lembah Menoreh

Lebih lanjut, ratusan personel yang diturunkan saat operasi ketupat 2021 diterapkan di kabupaten Kulonprogo terdiri dari 184 personel Polri, 20 personel TNI, 10 personel Dinas Perhubungan, 10 personel Satpol PP, satu personel Jasa Raharja, empat personel pemadam kebakaran, empat personel PMI, 15 personel Pramuka dan 10 personel Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo. Serta 10 personel Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), 10 personel Senkom, 15 personil Basarnas, dua personel PLN, dan 10 personel Ormas.

"Dalam Operasi Ketupat 2021 ini kami juga berfokus terhadap pengawasan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selain tentunya kami bertugas untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat saat lebaran," ujar Jeffry.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulonprogo menyatakan kesiapannya untuk melakukan pengawasan di sejumlah titik perbatasan jelang mudik libur lebaran tahun 2021. Meskipun, sampai saat ini Dishub Kabupaten Kulonprogo masih menunggu regulasi dari provinsi maupun pusat terkait dengan mekanisme penjagaan di perbatasan.

Baca juga: Makin Mengerikan, Kasus Covid-19 di India Tambah 400.000 dalam Sehari

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo Lucius Bowo Pristiyanto, mengatakan jajarannya sudah menyiapkan sejumlah skenario terkait dengan pengawasan di perbatasan jelang libur lebaran tahun 2021.

"Nanti kan harus ada koordinasi dengan Dishub DIY seperti apa. Jadi belum clear soal mekanisme pengawasan di perbatasan seperti apa. Kalau koordinasi di internal kami sudah kita lakukan ya. Kita sudah siapkan sejumlah skenario," kata Bowo.

Personel Dishub Kabupaten Kulonprogo yang bakal diturunkan untuk mengawasi di perbatasan sendiri sekitar 40 personel yang terdiri dari sejumlah tim mulai dari penerangan jalan umum (PJU), lalu lintas, dan perlengkapan jalan.

"Intinya kita siap dengan berbagai skenario yang diputuskan dari pusat ya. Jadi, apapun yang diperintahkan kita siap untuk menjalankan skenario tersebut," kata Bowo.

Lebih lanjut, sejumlah titik perbatasan yang menjadi perhatian dari Dishub Kabupaten Kulonprogo di antaranya jalan nasional, Kapanewon Temon yang menjadi akses utama pemudik dari barat yang masuk di sisi selatan. Sedangkan, dari arah utara yakni di kawasan Pasar Jagalan, Kalurahan Banjaroya, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo.

"Kita juga tidak menutup mata terhadap jalur tikus yang akan dilalui oleh pemudik di wilayah Girimulyo yang merupakan pintu gerbang dari wilayah Purworejo, Jawa Tengah. Posko rencananya kita siapkan di Temon dan Jagalan," kata Bowo.