6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Rusun Tegalrejo/Antara-Eka AR
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan proyek rumah susun (rusun) tower kedua di Tegalrejo bakal rampung Oktober mendatang. Proyek yang menghabiskan dana senilai Rp23,4 miliar itu telah mulai dikerjakan pada Maret lalu.
"Sesuai dengan kontraknya, maka pekerjaan fisik pembangunan tower kedua ini dilakukan akhir Maret hingga 25 Oktober," kata Kepala Bidang Perumahan Permukiman dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Jogja Sigit Setiawan, Selasa (4/5/2021).
BACA JUGA: Tragedi Cinta & Sate Beracun: Nani & Tomy Ternyata Sudah Menikah Siri
Alokasi dana untuk pembangunan tower kedua ini sama dengan saat pembangunan yang pertama yakni berasal dari Pemerintah Pusat sekitar Rp23,4 miliar.
Menurut Sigit, spesifikasi teknis tiap unit di tower kedua rumah susun tersebut akan sama seperti tower pertama, yaitu memiliki luas 36 meter persegi per unit dan seluruhnya sudah dilengkapi furniture.
"Yang sedikit membedakan adalah jumlah unit yang nantinya disewakan. Ada tambahan dua unit di lantai bawah," katanya.
Dengan adanya tambahan dua unit rumah susun tersebut, di tower kedua akan ada 44 unit rumah susun yang bisa disewakan sedangkan di tower pertama hanya ada 42 unit yang berada di bangunan setinggi tiga lantai.
"Karena di tower satu sudah dilengkapi dengan ruangan untuk pertemuan dan kios, di tower kedua akan ada sedikit pengurangan luasan untuk fasilitas umum tersebut sehingga bisa dibangun dua unit tambahan," katanya.
Sementara itu, tower pertama Rumah Susun Tegalrejo yang sudah selesai dibangun pada 2019 saat ini masih dimanfaatkan sebagai selter untuk kebutuhan isolasi bagi pasien Covid-19.
"Karena masih digunakan untuk kebutuhan penanganan pandemi, seluruh biaya pemeliharaan masih dialokasikan dari biaya tidak terduga (BTT) Pemkot Jogja," katanya.
BACA JUGA: Mulai Senin, Masuk Pantai Parangtritis Tak Pakai Uang Tunai
Meski demikian, Sigit mengatakan Pemkot Jogja telah memperoleh surat dari Pemerintah Pusat untuk pemanfaatan tower pertama rumah susun tersebut. Proses hibah bangunan masih terus dilakukan karena bangunan dengan nilai lebih dari Rp10 miliar harus diketahui oleh Presiden.
"Karena sudah ada surat izin pemanfaatannya, keluar Juni 2020, bangunan sebenarnya sudah bisa digunakan sesuai fungsi awal. Tinggal menunggu sampai kapan pemanfaatan selter ini," katanya.
Warga yang berhak menempati rumah susun sewa tersebut adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Penghuni pun diharapkan dapat mandiri dan hanya menghuni selama dua periode atau maksimal enam tahun.
"Setelah dari rumah susun ini mereka memiliki kemampuan membeli rumah sendiri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Media Vietnam The Thao 247 sebut Timnas Indonesia bakal turun dengan skuad terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026. Maarten Paes hingga Jay Idzes siap bergabung.
Simak alasan teknis mengapa interval ganti oli mobil Eropa bisa mencapai 24.000 km, mulai dari presisi mesin hingga standar oli low-SAPS.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00