Izin Training Ground PSS Sleman Tinggal Tunggu Persetujuan Kementerian
Perizinan training ground PSS Sleman disebut sudah lengkap. Pemkab Sleman kini tinggal menunggu persetujuan Kementerian ATR.
GKR Hemas mengunjungi lokasi penambangan pasir di muara Sungai Opak pada Senin (19/4/2021)-Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL--Meski telah didemo warga hingga dikunjungi Anggota DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, aktivitas tambang pasir di muara Sungai Opak di Kretek, Bantul terus berlangsung. Dampaknya mulai terasa, air pasang laut kini mulai masuk ke daratan hingga persawahan warga.
Koordinator Tolak Tambang Pasir, Setyo mengatakan warga masih memantau aktivitas penambangan pasir di sekitar Sungai Opak. Setyo menyebut para penambang acap kali mencuri-curi kesempatan untuk mendulang pasir di kanan kiri muara. "Kemarin dari malam sampai pagi sebelum azan subuh menambang. Kalau sesudah azan subuh mereka di laguna Depok itu. Tapi kalau malam beberapa minggu ini ambilnya di muara," tutur Setyo Kamis (6/5/2021).
"Artinya para penambang menggunakan kesempatan pada saat orang istirahat. Beberapa warga juga mengetahui, karena bekasnya juga terlihat, pergerakannya juga teramati. Malam itu juga beroperasi, satu dua," ujarnya.
BACA JUGA: Indonesia Masih Resesi, Kemenkeu Anggap Lebih Baik Dibandingkan Negara Lain
Dampaknya luapan air pasang kini telah sampai ke area daratan bahkan sampai ke persawahan warga. Lebih - lebih area sempadan di sekitar mangrove sebelumnya telah ditambang terus menerus. "Airnya sampai persawahan yag saat ini ada tanaman padi. Bulan Mei nanti lebih besar lagi gelombangnya, saat ini belum apa-apa. Gelombang laut bisa langsung pecah di sisi utara sampai jembatan baru," tuturnya.
"Kemaren pasang air laut besar tanggal 17-20 tanggal Jawa mengakibatkan sawah terendam air laut di bantaran Sungai Opak sisi barat dan di Sungai Winongo lama. Kurang lebih 20 hektare sawah terdampak, masuk wilayah Tirtohargo dan Srigading," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perizinan training ground PSS Sleman disebut sudah lengkap. Pemkab Sleman kini tinggal menunggu persetujuan Kementerian ATR.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.
Bursa karbon menjadi instrumen ekonomi hijau Indonesia. Simak cara kerja, mekanisme perdagangan, peserta, dan peluang cuan dari unit karbon.
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.