Kejar Surplus Beras 100.000 Ton, Bantul Percepat Masa Tanam
Pemkab Bantul mengejar surplus beras 100.000 ton pada 2026 melalui perluasan lahan, percepatan masa tanam, dan mekanisasi pertanian.
Nani Aprilliani Nurjaman, pengirim sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya, 9, saat dihadirkan di hadapan awak media di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021)./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JOGJA—Polresta Jogja membantah isu yang menyebut R, rekan Nani Aprilliani Nurjaman, tersangka sete beracun adalah anggota Polresta Jogja.
Sosok R saat ini masih misterius. Polisi disebut masih melacak keberadaannya karena diduga merupakan orang yang menyarankan Nani untuk mengirimkan sate berbumbu racun.
BACA JUGA: Polisi yang Diincar Perempuan Pengirim Sate Beracun Ternyata Penyidik Satreskrim Polresta Jogja
Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti R yang diduga terlibat dalam kasus sate beracun merupakan anggotanya. Purwadi malah balik bertanya soal mana info tersebut berasal.
"Malah belum tahu infonya. Dari mana itu [R anggota Polresta Jogja]?” kata dia.
Dia mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mengembuskan isu yang tidak benar dan informasi bohong.
“Nanti kalau viral dan tidak terbukti benar malah bisa jadi pidana. Bisa dikenai UU ITE," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengejar surplus beras 100.000 ton pada 2026 melalui perluasan lahan, percepatan masa tanam, dan mekanisasi pertanian.
Stok air bersih BPBD Bantul masih aman hingga Desember. Sebanyak 351 tangki masih tersedia untuk warga terdampak kekeringan.
Pemkot Jogja merawat bangunan cagar budaya berdasarkan prioritas karena anggaran terbatas. Ada 239 bangunan yang telah ditetapkan.
Indonesia dinilai menempuh jalur berbeda dalam fenomena kemunduran demokrasi (democratic backsliding) dibandingkan negara-negara tetangga seperti Thailand
KPK memanggil lima saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB tahun anggaran 2021–2023.
Omzet pedagang pasar rakyat Bantul turun sekitar 30%. Belanja daring, sayur keliling, toko jejaring hingga SPPG jadi faktor penyebab.