Master Plan Rampung, Borobudur Highland Digadang Dongkrak Wisata Sisi Barat DIY

Direktur BOB Indah Juanita menyerah plakat kepada Asisten Perekonomian Setda DIY, Tri Saktiana dalam sosialisasi Borobudur Highland, Kamis (6/5/2021). - Ist/Dok BOB
08 Mei 2021 00:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pariwisata sisi barat DIY akan memperoleh dampak positif berupa banyak keuntungan dengan dibangunnya kawasan Borobudur Highland. Badan Otorita Borobudur (BOB) akan mulai membangun zona eksklusif dari lima zona yang ada di master plan.

Direktur BOB Indah Juanita menjelaskan, master plan Borobudur Highland yang telah terselesaikan, saat ini mulai disosialisasikan di Jawa Tengah, serta kepada perwakilan masyarakat di DIY. Ia menginformasikan apa saja yang dibangun serta manfaatnya bagi lingkungan bagi DIY.

Indah memastikan amdal dan perubahan tata ruang sudah diproses dan keluar izinnya. Adapun pengelolaannya keseluruhan single destination dan single management atau tidak ada dualiasme kepemimpinan. Dalam master plan dibagi dalam zona terdiri atas Zona Wisata Petualangan (Adventure Tourism), Zona Ekstrem (Extreme Tourism), Zona Resort Eksklusif (Exclusive resort), Zona Wisata Budaya (Cultural Tourism) dan Zona Pintu Masuk (The Gate).

Baca juga: Tiket Elektronik untuk Masuk Wisata Gunungkidul Sepi Peminat

“Dalam 309 hektare dibagi dalam lima zona, ada ekstrim, eksklusif, culture, pintu masuk dan adventure. Ada tiga tema yaitu eko tourism, culture dan adventure. Ada dua pintu masuk di Kulonprogo dan Purworejo, pertama yang dibangun adalah Kulonprogo karena secara geografis paling memungkinkan,” kata Indah, Kamis (6/5/2021).

Salah satu yang menjadi fokus garapan dari kelima zona tersebut adalah Zona Resort Eksklusif. Tetapi karena kondisi geografis tidak rata, maka bentuk hotelnya tidak masif seperti di perkotaan. Melainkan berbentuk vila kecil yang berada di perbukitan dengan total 1.050 kamar.
“Tahapannya membangun infrastruktur dasar, amenitas akomodasinya, bertahap, karena tidak mungkin kami membangun sekaligus. Karena harus imbang antara pasar dengan pembangunan yang dilakukan investor,” katanya.

Indah mengatakan jika infrastruktur sudah dibangun akan memberikan dampak yang luar biasa bagi wilayah sekitar Kulonprogo termasuk kawasan Kebun Teh Nglinggo, Samigaluh, Kulonprogo. Secara umum akan mendongkrak pariwisata DIY sisi barat. “Pembangunan jalan dari Pasar Plono [Samigaluh] sampai ke atas ada sekitar enam kilometer,” katanya.

Baca juga: Ini Skenario Pemkab Bantul untuk Pemudik yang Lolos di Perbatasan

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPBD) DIY GKR Bendara mengatakan keberadaan master plan Borobudur Highland akan memudahkan sinergi antara pusat dengan daerah dalam membangun pariwisata sisi barat DIY. BPBD DIY siap bekerja sama dalam membangun kawasan wisata tersebut. Ia optimistis wisata DIY akan naik kelas dan pulih pada 2022 mendatang.

“Optimistis bisa naik kelas, hanya saja tidak bisa semua naik kelas, tetapi ada pasarnya sendiri. Ada pasar domestik, mancanegara. Terutama masih beberapa desa wisata toilet jongkok kebersihan belum maksimal, ini yang perlu dinaikkan kelasnya,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menambahkan dengan dibangunnya Borobudur Highland dengan pintu masuk Kulonprogo akan memberikan dampak berkembangnya wisata sisi barat DIY. Selain infrastruktur jalan yang dibangun lebih lebar sekaligus ada daya tarik wisata.

“Sehingga akan membuat semakin berkembang sekitar kawasan zona otoritatif BOB ini, ketika jalan bagus, listrik, air tersedia maka pengembangan kawasan akan lebih baik. Seperti Kebun Teh Nglinggo kami harapkan ikut terdongkrak,” ujarnya.