Gunung Merapi Keluarkan 12 Awan Panas dan 74 Lava Pijar dalam Sepekan

Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
09 Mei 2021 14:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Aktivitas guguran Gunung Merapi teramati masih cukup tinggi. Dalam laporan mingguannya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPYKG) mencatat dalam tujuh hari, telah terjadi 12 kali awan panas dan 74 kali lava pijar.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menjelaskan dalam pengamatan selama sepekan 30 April-6 Mei, terjadi sebanyak 12 kali awan panas dengan dengan jarak luncur maksimal 2 km ke arah barat daya dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 61 mm dan durasi 146 detik.

Awan panas dengan jarak luncur 2 km tersebut merupakan yang terjauh selama erupsi 2021 ini, dengan jarak luncur terjauh sebelumnya 1,9 km. “Guguran lava teramati sebanyak 74 kali dengan jarak luncur maksimal 2 Km ke arah barat daya dan dua kali ke arah tenggara dengan jarak luncur 600 meter,” ujarnya, Minggu (9/5/2021).

Baca juga: Ditinggal di Atas Sepeda Motor di Pinggir Jalan Piyungan, Sebuah Laptop Raib

Kemudian pada pengamatan morfologi puncak berdasarkan hasil analisis foto menunjukkan volume kubah di sektor barat daya sebesar 1,1 juta meter kubik dengan laju pertumbuhan 17.000 meter kubik per hari. Sedangkan volume kubah tengah kawah sebesar 1,7 juta km dengan laju pertumbuhan 14.000 meter kubik per hari.

“Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 0,6 cm per hari. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Merapi,” katanya.

Dengan tingkat aktivitas ini, status Gunung Merpai masih Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.