Ada 340 Titik Salat Id di Kota Jogja, Gunakan Masjid Sampai Lapangan Tenis

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi saat berada di ruangannya di Kompleks Balai Kota Jogja, Senin (10/5/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
12 Mei 2021 16:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Ada 340 titik salat id di Kota Jogja. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, titik ini tersebar di seluruh kemantren yang ada di wilayahnya.

Untuk wilayah yang ingin gelar salat id berjamaah, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengimbau tiap wilayah memperbanyak tempat Salat Ied. Hal ini guna menghindari kemungkinan kerumunan apabila tempat salat id hanya berada di sedikit titik.

Dari 340 titik ini, tempatnya beragam mulai dari masjid, musala, Balai Rukun Warga (RW), Balai Rukun Kampung (RK), lapangan futsal, lapangan tenis, jalan, dan lainnya. Jumlah jamaah di setiap titik sekitar 200-300 orang.

Baca juga: Lebih dari 13 Juta Orang Indonesia Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

“Yang penting pelaksanaan salat id harus diikuti oleh warga sekitarnya. Kemudian pelaksanaan protokol kesehatan harus dijalankan dengan baik. Artinya misal kapasitasnya sudah terpenuhi harus ditutup, mungkin tidak masuk di lapangan, tapi di luar bisa membuat kerumunan,” kata Heroe saat ditemui di kantornya di Kompleks Balai Kota Jogja, Senin (10/5/2021).

Selain itu, Heroe juga mengimbau agar khotbah salat id tidak terlalu panjang. Serta tidak perlu bersalaman selepas salat. “Cukup [dengan] menelangkupkan kedua tangan,” kata Heroe.

Adapun detail jumlah titik salat id di tiap kemantren yaitu di Tegalrejo ada 40 titik, Gondokusuman 18 titik, Gedongtengen 11 titik, dan Pakualaman 14 titik yang semuanya di masjid. Sementara Kemantren Jetis berjumlah 27 titik dan Kraton 24 titik bertempat di masjid, musala serta jalan. Untuk Danurejan ada 25 titik yang tersebar di masjid, musala, halaman Balai RK, serta halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Wilayah Bantul Libur Dua Hari

“Ngampilan ada 18. Ada di masjid, ada di halaman Sekolah Dasar (SD) Muhammdiyah Ngadiwinatan, ada yang di Lapangan Purwodiningratan. Mantrijeron ada 47, sebagian besar di masjid, ada yang di Balai RW, ada yang di Pendopo Suryowijayan. Gondomanan ada 18, sebagian besar di masjid, ada yang di musala, ada yang di joglo, ada yang di Balai RW, ada yang di PDHI,” kata Heroe.

Beralih ke Kemantren Mergangsan, ada 15 titik salat yang tersebar di masjid, Pendopo Taman Siswa, halaman rumah warga, halaman gedung hotel dan Balai RK. Untuk Umbulharjo ada 38 titik dan Kotagede 20 titik yang tersebar di masjid, jalan, Balai RW, lapangan badminton, lapangan tenis, lapangan futsal dan lainnya.

“Wirobrajan ada 25 titik, sebagian besar di masjid, ada yang halaman SD, ada yang di halaman rumah warga,” kata Heroe.

Pelaksanaan salat id berjamaah di wilayah berdasarkan zona Covid-19 masing-masing. Apabila suatu wilayah memiliki zona hijau dan kuning maka bisa laksanakan salat berjamaah. Namun untuk zona orange dan merah tidak diperkenankan laksanakan Salat Ied berjamaah.

Salah satu zona merah di Jogja berdasarkan indikator Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) Mikro yaitu RT 56 RW 12 Kelurahan Wirobrajan. “Warga RT tersebut dalam salat id besok tidak boleh dilakukan berjemaah, tetapi dilakukan di rumah masing-masing,” kata Heroe.

Sementara untuk Kelurahan Prawirodirjan Kemantren Gondomanan akan laksanakan salat id berjamaah di 13 titik. Menurut Lurah Prawirodirjan, Rusdi Haryanto, tempat salat berjamaah berada di masjid, Balai Warga Mekarsari, tanah lapang milik warga, serta halaman Ndalem Yudoningrat. “Kami pecah-pecah supaya tidak terjadi pengumpulan jamaah dalam jumlah besar,” kata Rusdi, Rabu (12/5).