Anak-Anak di Bantul Takbiran Keliling Mengitari RT

Foto ilustrasi. - Antarafoto
13 Mei 2021 02:05 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Sejumlah warga di Kabupaten Bantul menggelar takbiran keliling secara terbatas, meski sudah ada larangan.

Lurah Parangtritis, Topo, mengklaim malam takbiran di wilayahnya berjalan kondusif. Ia menjelaskan tidak ada kerumunan saat takbiran keliling di wilayahnya.

Topo tak menampik takbiran keliling tetap ada di wilayahnya, tetapi skalanya kecil. Takbiran hanya diikuti sejumlah anak-anak yang mengitari wilayah RT tempat mereka tinggal. "Kita batasi hanya 40 menit, takbir keliling cah cilik-cilik di RT-nya masing-masing," kata Topo, Rabu (12/5/2021).

Topo menjelaskan tak ada takbiran keliling yang digelar dengan rute keluar daerah permukiman peserta takbiran. "Ya hanya anak-anak kecil itu. Karena sudah terlanjur menyalakan oncor, kalau tidak diubengke nanti takutnya kecewa," ujar Topo.

Meski ada takbiran keliling di tingkar RT, Topo menegaskan situasi wilayahnya kondusif. Apalagi, takbiran juga sempat ditinjau aparat Polsek Kretek serta Tim Satgas Covid-19 Parangtritis. "Parangtritis kan zona hijau. Tidak ada yang zona merah. Agak longgar dikit tapi kita batasi waktunya terus bubar, jangan lama-lama," ujarnya.

Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta menyampaikan hampir semua wilayah telah menaati larangan takbir keliling. Jika ada indikasi wilayah yang hendak melakukan takbiran keliling pun segera ditindak dengan memberi masukan bersifat preventif. "Untuk cipta kondisi wilayah kita ada tim patroli, khusus di internal anggota Satpol PP untuk memantau dengan bekerja sama dengan jajaran Polres dan Kodim," tuturnya.

Dalam mengamankan suasana takbiran, Satpol PP Bantul menerjukan dua tim penegak hukum. "Mudah-mudahan dengan adanya surat edaran masyarakat Bantul bisa memahami situasi dan kondisi, sehingga wilayahnya juga tidak melakukan takbiran keliling," ujarnya.

Sebelumnya ada informasi mengenai indikasi pelaksanaan takbir keliling di Kapanewon Dlingo. Tetapi Yulius bergerak cepat dengan berkomunikasi dengan Polsek Dlingo dan Kapanewon Dlingo. "Tidak sampai pembubaran tetapi bersifat preventif. Menjadikan satu kesadaran jangan sampai terlaksana," ujarnya.