Polresta Sleman Tangkap Pelaku Begal Sadis di Pakem
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Wisatawan sedang menikmati bermain pasir di Pantai Parangtritis. /Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL – Pantai Parangtritis masih menjadi primadona bagi wisatawan yang ingin mengunjungi objek wisata di Kabupaten Bantul.
Meski masih di masa pandemi Covid-19, jumlah wisatawan yang ingin menikmati Pantai Selatan itu terus meningkat. Diperkirakan jumlah wisatawan akan kian banyak pada Sabtu (15/5/2021) hari ini dan Minggu (16/5/2021).
Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis, Rahmat Ridwanto, memprediksi lonjakan pengunjung akan terjadi sampai Sabtu (14/5/2021) dan akan melandai pada Minggu (15/5/2021). "Minggu kemungkinan turun karena Seninnya sudah pada masuk kerja," katanya.
Meski mengalami peningkatan, situasi ini disebutkan Ridwan masih jauh dibandingkan Lebaran sebelum pandemi Covid-19. Bila tak ada pandemi Covid-19, Ridwan mengatakan Parangtritis bisa dikunjungi 10.000 sampai dengan 20.000 wisatawan dalam sehari.
Dituturkan Ridwan, pengunjung yang datang kebanyakan menggunakan kendaraan pribadi. "Mayoritas kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil. Bus besar tidak ada, Elf saja tidak ada," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.