PAD Moncer, DPRD Minta Jalan Jalur Wisata di Gunungkidul Diperbaiki
PAD wisata Gunungkidul direncanakan naik Rp21 miliar. DPRD meminta perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata digencarkan.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meminta adanya pengusutan berkaitan dengan dugaan pelecehan seksual di lingkungan sekolah. Indikasi ini muncul saat konsultasi perkembangan anaknya berkaitan dengan program belajar daring di sekolah, namun oleh oknum guru di SMA Negeri 2 Wonosari malah meminta mengirimkan foto dirinya. “Kebetulan oknum ini adalah wali kelas anak saya,” kata Endah, Rabu (19/5/2021).
Ia mengungkapkan, permasalahan ini muncul karena anaknya dinilai belum mengerjakan soal yang diberikan guru. Padahal, sambung Endah, anak keduanya sudah menyerahkan tugas. Upaya konfirmasi ke guru bersangkutan juga belum membuahkan hasil karena pesan melalui WA selama beberapa hari juga belum dibalas.
Endah berusaha melakukan klarifikasi ke wali kelas anaknya. Terlebih lagi, pada saat pertemuan wali murid, ia belum bisa datang karena urusan kedinasan di DPRD Gunungkidul.
BACA JUGA: PTM di Jogja Ditunda, Sekolah Lega
Meski demikian, upaya klarifikasi kurang mendapatkan sambutan yang baik. Hal ini dikarenakan ada permintaan mengirimkan foto dengan dalih untuk mengingat dan membayangkannya karena belum pernah melihat. “Dia [wali kelas] juga mengirimkan alamat rumah. Saya coba klarifikasi percakapan di WA dengan menanyakan jangan-jangan salah minum obat, tapi oleh wali kelas dijawab tidak,” katanya.
Endah mengaku geram dan meminta agar permasalahan ini diusut secara tuntas. Pasalnya, permasalahan ini bisa menjurus ke pelecehan seksual kepada murid-murid di sekolah. “Sudah saya menyimpan percakapan ini sebagai barang bukti. Harapannya bisa ditindaklanjuti guna mencegah adaya tindakan pelecehan seksual kepada para siswa,” katanya.
Terkait dengan permasalahan ini, Endah sudah berkomunikasi dengan pihak sekolah dan Ketua DPRD DIY Nuryadi agar menindaklanjutinya. “Saya juga lapor ke Balai Pendidikan Menengah terkait dengan perilaku oknum guru ini,” katanya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Wonosari, Sumardi saat dikonfirmasi kemarin tidak menampik atas apa yang diutarakan oleh Ketua DPRD Gunungkidul. Menurut dia, pihak sekolah sudah melakukan klarifikasi terhadap guru bersangkutan. “Yang bersangkutan mengakuinya. Kami juga akan melakukan permohonan maaf secara resmi kepada Bu Endah sebagai Ketua DPRD Gunungkidul,” katanya.
Sumardi menambahkan, juga akan melakukan investigasi lanjutan untuk menyelesaikan permasalahan ini sampai tuntas. Selain itu, guru yang bersangkutan telah diberikan pembinaan. “Kami juga akan menghentikan yang bersangkutan sebagai wali kelas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul direncanakan naik Rp21 miliar. DPRD meminta perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata digencarkan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.