Festival Joglosemar Dorong Peningkatan IKM & UKM

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan meletakkan simbol candi dalam pembukaan Festival Joglosemar, Kamis (20/5/2021). (ist - Youtube Kementerian Perindustrian RI)
21 Mei 2021 07:07 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar Festival Joglosemar untuk tingkatkan jumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM).

Festival ini merupakan acara ke-5 dalam rangka menguatkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI). Sejak Presiden Joko Widodo mencanangkan gerakan BBI pada 14 Mei 2020, beberapa festival berlangsung di beberapa tempat lannya, termasuk Danau Toba di Sumatra Utara dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

Adapun beberapa tujuan Gerakan BBI, salah satunya meningkatkan jumlah pelaku usaha ke angka 30 juta unit. Selain itu, adapula tujuan menaikkan permintaan produk ekonomi kreatif dan meningkatkan peran aktif Pemerintah Daerah.

Menurut Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, perlu kerja sama semua pihak agar UKM dan IKM di Indonesia terus meningkat. Pada dasarnya, segala kebutuhan masyarakat maupun pemerintah, semua bisa dibuat oleh anak bangsa.

"Tidak hanya tumbuh tapi [produk dalam negeri] juga dibeli oleh kita sendiri, beli produk buatan Indonesia. Sebetulnya apapun itu kebutuhannya, produksinya semua sudah bisa dibangun, diciptakan oleh anak bangsa kita sendiri," kata Agus dalam acara puncak Festival Joglosemar bertema Artisan of Java di Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (20/5/2021). Acara ini disiarkan secara live di Yotube Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Selain acara ini, sebelumnya Kemenperin juga telah lakukan pembinaan pada 14.000 IKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Pembinaan dengan tajuk e-Smart berupaya agar IKM bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kuantitas, kualitas, dan sebagainya.

Saat ini, jumlah UKM dan IKM di Indonesia yang jajakan produknya di e-commerce capai enam juta unit. Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, jumlah ini mengubah struktur ekonomi Indonesia semakin kuat. Peran UKM dan IKM penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Luhut meminta kementerian dan lembaga di pemerintahan mendukung UKM dan IKM untuk berkembang. Salah satu caranya dengan menggunakan produk anak bangsa untuk keperluan di kementerian atau lembaga. "Kalau Anda lihat APBN, belanja modal belanja barang, kami minta untuk sisir itu, mana yang bisa dibuat dalam negeri. Ada potensi belanja sebesar Rp470 triliun dalam setahun yang bisa dibuat di dalam negeri. Ini akan ciptakan lapangan kerja dan perkembangan teknologi," kata Luhut. (Sirojul Khafid)