6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Lonjakan kasus baru Covid-19 pasca libur Lebaran tahun ini mulai terasa. Kasus baru pada Kamis (20/5/2021) sudah melonjak menjadi 92 kasus.
Padahal dalam sembilan hari terakhir, kasus baru rata-rata dibawah 50 kasus per hari. Pada 13 Mei, misalnya kasus baru di Sleman tercatat hanya 25 kasus, 14 Mei (20 kasus), 15 Mei (19 kasus), 16 Mei (35 kasus), dan 17 Mei (47 kasus).
Lonjakan kasus baru terjadi pada 18 Mei (58 kasus), kemudian turun pada 19 Mei menjadi 43 dan saat ini kembali melonjak naik menjadi 92 kasus pada 20 Mei dan 21 Mei bertambah 54 kasus.
BACA JUGA: Akun WhatsApp & Telegram Pegiat Antikorupsi Diretas, Ini Permintaan Eks Jubir KPK
Adapun tren pasien sembuh dalam sembilan hari terakhir juga bertambah. Pada 13 Mei, misalnya pasien sembuh di Sleman tercatat hanya 73 kasus, 14 Mei (21 kasus), 15 Mei (117 kasus), 16 Mei (62 kasus), dan 17 Mei (21 kasus).
Kasus pasisn sembuh pada 18 Mei bertambah (80 kasus), kemudian turun menjadi 50 kasus pada 19 Mei dan saat ini kembali bertambah 71 kasus pada 20 Mei dan 21 Mei bertambah 127 kasus.
Total kasus baru sembilan hari terkhir sebanyak 396 kasus dan yang sembuh sebanyak 622 kasus.
Sementara kasus kematian akibat Covid-19 di Sleman masih cukup tinggi. Berdasarkan data Satgas Covid-19 DIY kasus kematian dalam sepekan terakhir untuk warga Sleman terjadi setiap hari.
Pada 13 Mei tercatat kematian sebanyak 3 kasus, 14 Mei (10 kasus), 15 Mei (5 kasus) dan 16 Mei (3 kasus). Selanjutnya 17 Mei (3 kasus), 18 Mei (2 kasus), 19 Mei terdapat 1 kasus kematian, 20 Mei kasus kematian kembali melonjak sebanyak 7 kasus dalam satu hari. Kasus kematian bertambah 4 kasus pada 21 Mei sehingga total 38 kasus kematian dalam sembilan hari terakhir.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan lonjakan kasus baru setelah libur Lebaran memang sudah diprediksi sebelumnya. "Adanya lonjakan kasus baru sesuai prediksi di mana tujuh sampai 10 hari setelah libur lebaran sejak tanggal 12 Mei akan terjadi peningkatan kasus lagi," kata Joko saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Jumat (21/5/2021).
Dinkes Sleman, kata Joko, sudah mengantisipasi jika lonjakan kasus benar-benar terjadi. Selain sudah berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit, Dinkes juga mengaktivasi lokasi-lokasi shelter penanganan pasien Covid-19. Mulai dari Asrama Haji, Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 (FKDC) di Moyudan hingga shelter-shelter di 37 kalurahan yang sudah disiapkan.
Terpisah, Penanggungjawab Shelter Asrama Haji Makwan mengatakan saat ini sebanyak 13 warga Ngaglik, Caturharjo, Sleman baru masuk untuk melakukan isolasi mandiri di Asrama Haji. Ini merupakan 13 pasien pertama yang datang setelah shelter ini diaktifkan kembali. "Sebanyak 13 orang pasien Covid19 berstatus OTG dari Ngaglik Caturharjo Sleman hari ini (kemarin) masuk FKDC Asrama Haji," kata Makwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.