Pemahaman Masyarakat Pinggiran Terkait Obat & Antibiotik Masih Rendah

Kegiatan Pembekalan Apoteker Agen of Change di Kulonprogo, Kamis (20/5/2021). - Harian Jogja Hafit Yudi S.
21 Mei 2021 07:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Sosialisasi penggunaan obat dan antibiotik kepada masyarakat pinggiran di wilayah Kulonprogo masih diperlukan. Pasalnya, pemahaman masyarakat terhadap penggunaan obat dan antibiotik masih tergolong rendah.

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kulonprogo, Tri Lestari mengatakan dampak buruk bisa terjadi imbas minimnya pengetahuan soal penggunaan obat dan antibiotik. Terlebih, penggunaan obat tanpa ada rekomendasi dari dokter sebelumnya sudah dilakukan bertahun-tahun.

BACA JUGA : Antibiotik Tak Boleh Digunakan Sembarangan, Apalagi

"Ini merupakan salah satu masalah serius. Dikhawatirkan dapat berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan seseorang seperti efek samping dan sebagainya," kata Tri Lestari pada Kamis (20/5/2021).

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kulonprogo, masyarakat yang belum begitu melek terkait dengan penggunaan obat maupun antiobiotik terdapat di wilayah pinggiran Bumi Binangun.

"Hal tersebut tentu tidak lepas dari kondisi geografis yang jauh dengan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Dan itu tidak hanya di Kulonprogo saja, banyak wilayah yang belum paham tentang penggunaan obat dan antiobiotik," kata Tri Lestari.

"Khususnya di wilayah pinggiran. Bahkan, kami ada temuan masyarakat yang menggunakan antibiotik selama 2-3 tahun tanpa resep. Itu mengkhawatirkan," sambung Tri Lestari.

BACA JUGA : Penggunaan Antibiotik yang Berlebihan Mengancam Manusia

Oleh karena itu, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kulonprogo menginisiasi dibentuknya Agent Of Change (Aoc) IAI Kulonprogo. Tujuannya, adalah untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaan obat maupun antibiotik.

"Kami melantik sebanyak 23 peserta sebagai Agent of Change di Kantor Pemkab Kulonprogo pada Kamis (20/5). Para peserta merupakan apoteker yang bertugas di puskesmas, apotek dan fasilitas kesehatan di wilayah Kulonprogo," kata Tri Lestari.

"Diharapkan tidak ada lagi penggunaan obat secara bebas tanpa resep dokter. Adanya AOC ini nantinya bisa melakukan sosialisasi secara gencar kepada masyarakat, terlebih penggunaan obat pun bisa diawasi," sambung Tri Lestari.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kulonprogo, Jazil Ambar Was'an mengatakan para Agent of Change yang sudah dikukuhkan mampu menjalankan tugasnya secara benar dan maksimal.

"Harapannya tidak ada lagi penyalahgunaan obat maupun antibiotik yang tidak sesuai dengan resep dokter. Kami di pemerintah kabupaten Kulonprogo sangat berharap agar masyarakat bisa diberikan pemahaman penggunaan obat oleh para Agent of Change yang telah dikukuhkan," kata Jazil.