RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY sedang melakukan screening kepada semua keluarga siswa dan guru yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di sembilan sekolah percontohan PTM.
Screening dilakukan untuk memastikan saat PTM digelar kembali tidak ada siswa maupun guru yang membawa virus Covid-19. Screening dilakukan karena pada momen lebaran Idulfitri ini kemungkinan banyak keluarga siswa maupun guru yang ke datangan tamu dari luar daerah, sehingga Disdikpora perlu mengantisipasinya agar tidak terjadi penularan Covid-19.
BACA JUGA : Disdikpora DIY Wacanakan Screening Siswa Sebelum PTM
“Screening pertanyaannya, misal di rumah ada keluarga dari luar kota atau tidak? kemudian apakah ada yang terpapar atau tidak? Artinya konteksnya pendataan kembali pada anak-anak, supaya saat masuk kembali PTM semua sehat,” kata Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya, saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Sabtu (22/5/2021).
Didik mengatakan proses screening masih berlangsung sampai dua pekan setelah lebaran Idulfitri, namun ada sebagian yang sudah selesai. Pihaknya masih akan melihat perkembangan penularan Covid-19 di masyarakat, termasuk di keluarga siswa yang menggelar PTM.
Waktu dua pekan untuk melihat perkembangan penularan Covid-19 di masyarakat, kata Didik, dirasa cukup, “Nanti akan terlihat setelah 12 hari pasca-lebaran atau dua pekan pasca-lebaran. Kalau misalnya aman [tidak ada penularan Covid-19 di keluarga siswa] maka PTM jalan terus,” ujar Didik.
Sementara selama proses PTM yang sudah berjalan lebih kurang tiga pekan sejauh ini aman atau tidak ada penularan Covid-19 dari kalster sekolah. Dari hasil evaluasi hanya ada salah satu sekolah yang jam pelajarannya terlalu lama sehingga diminta untuk dikurangi satu jam agar tidak terlalu lama. Selain itu, semuanya dirasa aman dan memungkinkan untuk menambah sekolah SMA/SMK untuk menggelar PTM.
Pihaknya sudah melaporkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) terkait hasil evaluasi PTM. Menurut Didik, sebenarnya semua SMA dan SMK bisa menggelar PTM dengan syarat memenuhi sarana dan prasarana protokol kesehatan, termasuk semua gurunya sudah menjalani vaksinasi dosis kedua. Namun belum semua guru selesai menjalani vaksinasi dosis kedua.
BACA JUGA : Morula IVF Yogyakarta Beri Konsultasi & Kesuburan Basic
Dari hasil pendataannya, dari sekitar 16.692 guru, yang sudah menjalani vaksinasi sampai dosis kedua baru sekitar 10.000an lebih sedikit. Disdikpora DIY bekerja sama dengan Dinas Kesehatan akan terus menggenjot vaksinasi guru secara massal.
Dia berharap vaksinasi guru selesai pada Juni atau Juli mendatang, “Sehingga saat ajaran baru nanti semua sekolah terutama SMA dan SMK bisa menggelar PTM, namun tetap terbatas jumlah siswanya,” ujar Didik.
Sebagaimana diketahui sejauh ini sembilan sekolah yang sudah menjalani PTM secara terbatas adalah MAN 1 Pajangan Bantul, SMAN 1 Gamping Sleman, SMKN 1 Wonosari Gunungkidul, SMKN 1 Jogja, SMAN 1 Sentolo Kulonprogo, SMAN 2 Playen Gunungkidul, SMKN 1 Pengasih Kulonprogo, SMKN 1 Bantul, dan SMKN 1 Depok Sleman.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, sebelumnya mengatakan dengan tidak adanya klaster penularan Covid-19 di sembilan sekolah percontohan PTM, maka tidak menutup kemungkinan saat tahun ajaran baru pada Juli mendatang, semua SMA/SMK bisa menggelar PTM.
“Kalau ini nanti tidak ada permasalahan maka untuk SMA bisa saja 100 persen sekolah kita masukkan walaupun itu jumlah sekolah ya bukan jumlah siswa,” tandas Baskara Aji.
Baskara Aji mengatakan PTM bisa dikembangkan pada sekolah lainnya bahkan semua SMA/SMA bisa menggelarnya namun dengan tetap membatasi jumlah siswa yang masuk atau melalui sif. Sementara untuk sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD), Baskara Aji berharap pada tahun ajaran baru nanti dilakukan percontohan terlebih dahulu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Nama anak pertama Lady Gaga dan Michael Polansky terungkap. Bayi bernama Rose Bean Polansky lahir di Los Angeles pada 9 Juni 2026.
Kuasa hukum korban dugaan pemerkosaan eks santriwati di Sleman meminta perlindungan korban dan menyoroti tanggung jawab lembaga pendidikan.
Rosé BLACKPINK mengklarifikasi foto viral saat memegang iPhone 18 Pro. Ia mengungkap bagian foto yang diedit, termasuk posisi jari dan sidik jari di layar.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di FP2 MotoGP Austria 2026 dengan waktu 1 menit 29,663 detik. Jorge Martin dan Pedro Acosta melengkapi tiga besar.
Jule dikabarkan ditangkap terkait vape etomidate. Unggahan terakhirnya menjadi sorotan, sementara sejumlah isu kehidupan pribadinya kembali dibicarakan.