Warga Keluhkan Dampak Pembangunan Pengaman Muara Sungai Bogowonto

Humas PT Wika-ADP KSO Gentur Priyadi saat kegiatan audiensi dilakukan dengan sejumlah wartawan di balai kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kulonprogo, Jumat (21/5/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
22 Mei 2021 08:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Seorang warga Dusun Kledekan Kidul, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kabupaten, Kulonprogo, bernama Yuni Kurniasih mengeluhkan dampak dari pembangunan jetty atau dermaga memanjang ke tengah laut sebagai pengaman muara sungai Bogowonto yang dilakukan oleh PT Wika-ADP KSO.

"Rumah saya temboknya beberapa jadi retak, polusi udara jadi buruk. Ditambah, ada zat-zat polutan dari asap sisa pembakaran dari dalam proyek," kata Yuni pada Jumat (21/5/2021).

Yuni mengklaim jika proyek pembangunan dermaga memanjang ke tengah laut sebagai pengaman muara sungai bogowonto yang dilakukan oleh PT Wika-ADP KSO juga memperparah kondisi ibu dari Yuni.

Baca juga: Kapolresta Jogja Khawatir Timbul Klaster Covid-19 di Demo Bela Palestina

"Buat Ibu saya juga, sebelumnya ibu saya sudah sakit jantung. Jantungnya kambuh sehingga harus keluar masuk ke rumah sakit," kata Yuni.

Lebih lanjut, Yuni dan keluarganya juga mengklaim jika upaya komunikasi sudah coba dijalin dengan pemangku kebijakan terkait dengan pembangunan jetty yang dilakukan oleh PT Wika-ADP KSO.

"Sampai hari ini belum ada tindak lanjut apapun. Kami sudah coba berkomunikasi dengan lurah, dukuh, Kecamatan, dinas terkait, bahkan sampai dengan DPRD Kabupaten Kulonprogo," klaim Yuni.

Yuni menuntut sejumlah hal. Di antaranya, kompensasi biaya berobat ibunya. Penanganan dampak dari pembangunan jetty yang dilakukan oleh korporasi kepada rumahnya juga ikut menjadi tuntutannya.

"Penanganan suara bising saat produksi juga menjadi tuntutan kami. Dulu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulonprogo merekomendasikan untuk mengubah mapping site dan memasang peredam. Itu mohon segera direalisasikan," klaim Yuni.

Baca juga: Tak Hanya Pemerintahan, Kantor Non-pemerintahan di Sleman Kumandangkan Indonesia Raya Setiap Hari

Sementara itu, Humas PT Wika-ADP KSO Gentur Priyadi mengatakan gangguan getaran dan kebisingan alat tidak terlalu berdampak. Alat produksi pelaksanaannya hanya untuk persiapan timbunan selama 30 hari.

"Adanya kerusakan atau retak pada rumah tersebut kami tidak mendapatkan laporan dan kami tidak diberikan foto kondisi rumah sebelumnya," kata Gentur

"Gangguan polusi dan debu yang disebabkan pengisian semen sudah kami antisipasi dengan melakukan penanganan berupa penyiraman debu semen dan pemasangan paranet," sambung Gentur.

Khusus untuk aduan dan keluhan dari keluarga Yuni terkait dengan salah satu anggotanya yang sedang sakit, PT Wika-ADP KSO sudah melakukan sejumlah kebijakan. Tindak lanjut penanganan salah satu anggota keluarga yang sakit, pada tanggal 5 Januari 2021 lalu pihak kontraktor sudah merelokasi keluarga Yuni dengan menyediakan rumah kontrakan dengan jarak sekitar 200 meter dari rumah lamanya.

"Pilihan rumah tersebut sudah sesuai dengan permintaan dari keluarga Yuni. Rumah kontrakan tersebut sudah disetujui oleh keluarga. Keluarga juga sudah menyatakan jika menerima bantuan tersebut dan tidak menuntut untuk pindah lagi," jelas Gentur.

Gentur menambahkan jika kompensasi kepada keluarga Yuni memang belum diberikan. Perusahaan merencanakan bantuan berupa jaminan kesehatan dengan harapan bisa meringankan biaya pengobatan anggota keluarganya yang sedang sakit.

"Berkaitan dengan kompensasi untuk keluarga Yuni, sengaja kamji bedakan dan belum kami salurkan bantuannya bersamaan dengan warga lain dikarenakan selain kompensasi berupa uang, kami rencananya juga akan memberikan bantuan berupa jaminan kesehatan dengan harapan bisa meringankan biaya pengobatan," kata Gentur.

Lurah Jangkaran, Murtakil Humam, saat dikonfirmasi juga menyatakan bahwa tahapan sosialisasi proyek pembuatan beton untuk pengaman muara Sungai Bogowonto itu sudah disampaikan secara menyeluruh. Murtakil Human juga memastikan semua warga Jangkaran yang terkena dampak telah menerima informasi tentang pelaksanaan proyek.

"Kami sudah sosialisasikan kepada seluruh warga tentang proyek itu, dan selama ini hubungan antara masyarakat dengan Pt. Wika-ADP KSO juga terjalin cukup baik," kata.