Dimulai Besok, Begini Gambaran ASPD Tingkat SD di Sleman

Kepala SD Islam Al Azhar 31 di Sleman Danar Kusuma saat melakukan simulasi pengisian LKJ persiapan ASPD, Minggu (23/5/2021)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
23 Mei 2021 19:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pelaksanaan Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) untuk jenjang pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan sederajat mulai digelar Senin (24/5/2021) hingga Rabu (26/5/2021) mendatang.

Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana menjelaskan untuk jenjang SD dan sederajat ASPD diikuti total 16.962 siswa. Rinciannya 15.766 siswa dari 509 SD, 1.129 siswa dari 31 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 67 siswa dari 10 kelompok belajar paket A.

Disdik sudah memiliki instrumen untuk mencegah terjadinya kebocoran seperti yang terjadi pada ASPD jenjang SMP beberapa waktu lalu. "Pelaksanaan ASPD ini kan berbasis lembar jawaban komputer (LJK) dan bukan tes berbasis komputer," katanya, Minggu (23/5).

ASPD setiap hari digelar dalam satu sesi saja. Mulai pukul 08.00-09.30 WIB. Hal ini dilakukan agar pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Kedatangan dan kepulangan siswa diatur. "Untuk penerapan prokes, kami berkoordinasi dengan OPD terkait dan Satgas Covid-19 tingkat kabupaten dan sekolah," katanya.

Pada Senin (24/5/2021) siswa diuji mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kemudian Selasa (25/5/2021) diujikan Mapel Matematika, dan pada Rabu (26/5/2021) mapel yang diujikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). "Soal-soal sudah dicetak dan didrop ke UPT Pelayanan Pendidikan," katanya.

Sekolah akan mengambil soal setiap hari sesuai jadwal Mapel yang sudah ditentukan dengan penandatanganan Berita Acara. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran soal. "Di UPT Pelayanan Pendidikan sudah dilakukan penjagaan oleh petugas dan kami pantau," katanya.

Gunakan GeNose

Pihak sekolah pun menyiapkan pelaksanaan ASPD menyesuaikan dengan kondisi selama pandemi Covid-19.

Kepala SD Islam Al Azhar 31 di Sleman Danar Kusuma mengatakan sebelum melaksanakan ujian sekolah bekerja sama dengan RSUP Sarjito untuk melakukan tes GeNose. Selain kepada para siswa, tes GeNose diberikan kepada guru, karyawan, dan pengawas dari luar.

"Untuk siswa yang mengikuti tes GeNose sebanyak 156 anak dan 100 guru dan karyawan. Semua difasilitasi Al Azhar secara gratis. Total ada 250 peserta yang diuji GeNose dan alhamdulillah semuanya negatif," katanya.

Tidak hanya itu, para siswa nanti duduk di kursi dan meja yang dilengkapi dengan penyekat. Setiap kelas maksimal diisi oleh 10 siswa. Pihaknya menyediakan 16 ruang kelas yang digunakan ruang ujian. "Sebelum masuk siswa dilakukan pengecekan suhu tubuh otomatis dan menggunakan handsanitizer otomatis dengan sensor tangan. Cuci tangan juga dengan sensor tangan," papar Danar.

Sekolah juga mengatur lalu lintas siswa yang masuk dan keluar. Lalu lintas dibuat satu jalur. Untuk proses penjemputan juga dengan sistem pemanggilan. "Orang tua siswa menunjukkan nama anak dan kertas yang sudah diprint, kemudian kami panggil menggunakan pengeras suara," tuturnya.