Tren Kematian Akibat Covid-19 di Sleman Meningkat, Ini Datanya!

Prosesi pemakaman jenazah Covid-19 yang dilakukan tim pemakaman Satgas Covid-19 Sleman belum lama ini. - Ist/dok PMI Sleman
23 Mei 2021 19:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Lonjakan kasus kematian di Sleman terus berlanjut. Satgas Covid-19 DIY melaporkan adanya 6 kasus kematian pasien pada Sabtu (22/5/2021). Total kasus kematian di Sleman saat ini mencapai 457 kasus.

Tambahan tersebut menambah jumlah daftar pasien yang meninggal akibat Covid-19 di Sleman. Terhitung sejak lebaran 13 Mei hingga 10 hari terakhir total 38 warga Sleman yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Rinciannya, pada 13 Mei sebanyak 0 kasus, 14 Mei (10 kasus), 15 Mei (4 kasus), 16 Mei (4 kasus), 17 Mei (4 kasus), 18 Mei (2 kasus), 19 Mei (4 kasus), 20 Mei (3 kasus), 21 Mei (3 kasus) dan 22 Mei (6 kasus) total 38 kasus kematian dalam 10 hari terakhir.

Data kematian ini berbeda dengan data Satgas Covid DIY yang mencatat kasus kematian di Sleman sejak 13 Mei hingga 23 Mei sebanyak 44 kasus. Namun demikian rata-rata kasus kematian warga Sleman didominasi para lansia.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Terjadi Saat Ultramarathon di China, 21 Pelari Tewas

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo selain didominasi para lansia kasus kematian terjadi setelah pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit. "Setelah kelihatan sembuh, dirawat di rumah justru meninggal dunia. Ada juga pasien yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah. Kelihatannya sehat tapi justru akhirnya meninggal," kata Joko, Sabtu (23/5/2021).


Sebelumnya, epidemiolog UGM Riris Andono Ahmad menanggapi presentase kematian akibat Covid-19 di Indonesia, termasuk di Sleman yang mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Dia mendesak agar pemerintah perlu melakukan evaluasi manajemen pengendalian pandemi terutama terhadap kasus kematian akibat Covid-19 di Tanah Air. "Perlu evaluasi case manajemen, bottle necknya ada dimana?," tuturnya.

Dia berharap evaluasi yang dilakukan dapat diketahui faktor mana saja yang berkontribusi besar terhadap angka kematian agar dapat dilakukan perbaikan secara efektif terhadap faktor penyumbang penyebab kematian akibat Covid-19. "Penyebab pasti kematian akibat Covid-19 tidak bisa diketahui tanpa adanya audit kematian," katanya.