Abujapi DIY Siapkan 21 Asesor untuk Uji Kompetensi Satpam
Abujapi DIY menyiapkan 21 asesor untuk menguji kompetensi sekitar 14.000 Satpam demi memperkuat keamanan pariwisata dan investasi.
Suasana lalu lintas di jembatan layang Lempuyangan, Sabtu (19/5/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja sedang mempertimbangkan untuk menutup perlintasan sebidang Lempuyangan. Saat ini kajian intensif dan juga dampak yang diakibatkan dari kebijakan itu tengah dikaji.
Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif Nugroho mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan kajian terhadap kemungkinan penutupan perlintasan sebidang itu. Meski telah ada fly over yang jadi penghubung, dampak yang ditimbulkan ketika dilakukan penutupan tetap harus diperhatikan.
Agus menjelaskan, dari sejumlah perlintasan sebidang yang ada di wilayah setempat baru Lempuyangan yang telah memiliki fly over, sehingga dimungkinkan untuk ditutup. Pihaknya juga telah melakukan komunikasi dan koordinasi ke sejumlah pihak agar tidak muncul dampak yang merugikan.
"Tentu kuncinya adalah koordinasi, tidak masing-masing kepentingan saja. Kalau sudah begitu, lantas tidak melihat aspek-aspek yang lain, ya pasti jadi tidak harmonis," kata dia, Senin (24/5/2021).
Dia menambahkan, meski sudah terdapat fly over di wilayah itu, namun kepadatan arus lalu lintas tetap saja ada. Maka itu, kondisi tersebut tidak bisa dibandingkan dengan daerah lain yang punya karakteristik lalu lintas yang berbeda.
Baca juga: Sultan Minta Sekolah Tidak Dibuka Jika Syarat Ini Belum Dipenuhi
"Kalau bicara keselamatan, kita sama-sama memahami, untuk kelancaran kereta api juga. Tapi, kondisinya itu jelas berbeda. Kalau dikomparasikan tidak bakal ketemu. Misal antara Klaten dengan Kota Jogja, itu beda. Makanya kita carikan solusi terbaik," imbuhnya.
Menurutnya, studi akademis pun sudah pernah dilakukan terhadap program pemerintah pusat itu, termasuk dengan menyiapkan skenario lalu lintas saat perlintasan sebidang tersebut ditutup. Hanya saja, aspek-aspek sosial dan masyarakat juga harus diperhatikan.
"Kalau memang itu tidak ada perlintasan sebidang lagi, ya bagaimana kita upayakan, agar masyarakat, tanda kutip semakin nyaman. Nah, itu dia, kadang-kadang perlu pendalaman yang lebih," ungkapnya.
Saat ini kemungkinan Pemkot Jogja belum mengkaji penutupan pada perlintasan sebidang lainnya. Sebab, kondisi pandemi cukup sulit bagi daerah untuk melakukan pembangunan infrastruktur.
"Untuk fly over dan sebagainya itu perlu duit. Ya, kita harus menata sistem keuangan. Dengan jumlah sedikit, tapi bisa melakukan langkah-langkah yang strategis, agar semua tercapai, tujuan-tujuannya," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abujapi DIY menyiapkan 21 asesor untuk menguji kompetensi sekitar 14.000 Satpam demi memperkuat keamanan pariwisata dan investasi.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Selasa 15 September 2026 tersedia ke 5 tujuan dengan tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 hingga September.
KPK menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dan menangkap 17 orang dalam OTT ATR BPN.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 15 September 2026 tersedia 24 perjalanan, dengan keberangkatan YIA mulai 04.20 WIB dan Tugu 05.16 WIB.
ETLE Hub mendeteksi 46.034 kendaraan angkutan barang dengan total 72.236 deteksi selama pengawasan 10 Agustus hingga 10 September 2026.
KRI Canopus dikerahkan mencari korban KM Virgo Transport 8 dengan teknologi bawah laut setelah cuaca buruk menghambat penyelam.