Paguyuban Joglo Semar Kirim Bingkisan untuk Ganjar Pranowo

Paguyuban Joglo Semar saat mengirim bingkisan untuk Ganjar Pranowo, Selasa (25/5/2021). - Ist.
26 Mei 2021 06:47 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Warga Jogja yang terhimpun dalam Paguyuban Joglo Semar mengirimkan paket bingkisan makanan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (25/5/2021) siang.

Agus, salah satu anggota paguyuban mengatakan bingkisan ini adalah wujud terima kasih kepada Ganjar karena telah ikut ngestokaken dhawuh (mengikuti arahan) Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam ajakan mengumandangkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pada peringatan Harkitnas 20 Mei 2021 lalu.

BACA JUGA : Tiga Hobi Ganjar Pranowo Bikin Dekat dengan Masyarakat

“Pengiriman ini muncul secara spontan sebagai bentuk ucapan terima kasih pada Pak Ganjar. Hasil ngobrol-ngobrol terus ayo kirim makanan ke Pak Ganjar karena sudah ikut Ngarso Dalem, karena ini gerakan yang luar biasa,” ucapnya saat ikut mengirimkan makanan di Terminal Jombor bersama sejumlah rombongan.

Meski berbeda wilayah, lanjut Agus, Ganjar sangat responsif dengan ajakan Sri Sultan. Dengan dukungan Ganjar atas Surat Edaran Gubernur DIY itu sangat membantu gerakan penguatan nasionalisme masyarakat.

“Ganjar itu pemimpin muda yang cerdas, enerjik, serta memiliki komitmen kuat terhadap Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Jadi ini bentuk ucapan terima kasih dan support kami untuk Pak Ganjar semoga selalu menjadi pemimpin yang ngayomi,” katanya.

Gerakan menyanyikan Indonesia Raya itu terbukti dari banyaknya video yang merekam antusiasme masyarakat menyanyikan lagu Indonesia Raya tepat pukul 10 pagi Kamis (20/5/2021) lalu.

BACA JUGA : Dituding Kerap Pansos oleh Elite PDIP, Ini Jawaban Ganjar Pranowo

Bukan hanya pegawai instansi pemerintah di lingkup Jateng saja, namun juga pegawai perkantoran swasta dan warga pasar tradisional Klaten. Bahkan, kelompok-kelompok petani teh di Wonosobo juga ikut menindaklanjuti ajakan mengumandangkan lagu kebangsaan itu.

Lebih lanjut, pengiriman paket berisi makanan tradisional itu juga pertanda masyarakat Yogyakarta turut mendoakan Ganjar agar selalu bagas waras (sehat wal'afiat) dalam menghadapi dinamika persoalan rakyat, khususnya warga Jawa Tengah.

Agus menerangkan makanan tradisional ini juga sebagai simbol kerakyatan yang penuh filosofi. Misalnya beras kencur dan wedang uwuh adalah untuk memberikan kebugaran bagi kesehatan.

“Dari makna ini kami semua berharap agar mas Ganjar diberi kesehatan supaya tetap berada di tengah-tengah rakyat yang selama ini membutuhkan kepemimpinannya,” ungkap Agus.

BACA JUGA : Profil Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng yang Dikabarkan Bakal Nyapres 2024

“Selalu untuk mau mendengar, melihat, merasakan penderitaan rakyat, sekaligus mampu mengatasinya,” tambahnya.

Sedangkan jajanan yang lainnya seperti gudeg adalah kuliner khas jogja, sementara thiwul adalah makanan tradisional dari Gunungkidul, gebleg dari Kulonprogo, salak pondoh dari Sleman, geplak dari Bantul, dan ini merupakan wujud rasa terima kasih rakyat DIY yang terepresentasikan dari 4 kabupaten dan 1 Kota.