Dinkes Jogja Bantah Soal Proyeksi Lonjakan Kasus Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
29 Mei 2021 17:17 WIB Yosef Leon Pinsker Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja membantah isu yang beredar soal proyeksi lonjakan kasus Covid-19 di wilayah setempat pada pekan depan. Informasi itu sempat mengemuka dalam rapat Pansus Covid-19 DPRD Kota Jogja yang digelar pada 25 Mei 2021 bersama Dinas Kesehatan dan pejabat terkait.

Dalam keterangan resminya, Antonius Fokki Ardiyanto, Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Jogja menyatakan bahwa, Sekretaris Dinkes Kota Jogja, Ary Iryawam memproyeksikan bahwa pada pekan depan jumlah masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19 akan meningkat. Maka itu Fokki lantas meminta supaya ketersediaan bed di rumah sakit dan shelter termasuk ketersediaan oksigen segera diantisipasi supaya kasus India tidak terjadi di Kota Jogja.

BACA JUGA: Bank Indonesia Sebut Minat Beli Rumah Tapak, Apartemen, & Ruko Naik

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinkes Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan, pernyataan soal lonjakan kasus yang dimaksud tersebut adalah semacam peringatan kepada semua pihak agar bahu membahu dalam penanganan Covid-19. Pihaknya meminta agar semua komponen terlibat dan bukan hanya Satgas Covid-19 atau Dinkes saja yang bekerja untuk mempercepat penanganan Covid-19.

"Itu maksudnya mesti harus ada sinergi semua pihak baik dalam tracing dan penanganan. Tentunya bakal ada peningkatan kasus kalau diam saja dan upaya penanganan tidak optimal. Misalnya tidak ada pencegahan dan pemeriksaan orang luar kota yang masuk ke Jogja dan prokes tidak jalan, isoman juga kendor, atau pengawasan PPKM mikro juga tidak bagus pasti ada lonjakan," kata Emma, Sabtu (29/5/2021).

Dia menyebut bahwa, pernyataan itu hendaknya dijadikan pemicu agar masyarakat dan semua pihak kian waspada. Peningkatan kasus dan pengendaliannya tentu bisa diantisipasi jika penanganan serta pengawasan Covid-19 dapat dioptimalkan. Emma juga mengkalim bahwa sejauh ini implementasi dalam hal penanganan dan juga pengawasan program Covid-19 sudah cukup baik walau belum dapat disebut optimal.

"Tapi sekarang kan sudah lumayan optimal, baik penanganan, PPKM, dan pengawasan di tingkat mikro sudah agak lumayan. Di wilayah kan mereka juga melalukan pemantauan," ucap Emma.

Dalam rapat yang lalu, sempat pula mengemuka usulan soal penunjukan juru bicara terkait dengan wacana pro dan kontra penggunaan vaksin AstraZeneca. Fokki menyampaikan bahwa di masyarakat sudah muncul aksi penolakan terkait penggunaan vaksinasi AstraZeneca. "Oleh karena itu kami meminta supaya Dinas Kesehatan segera menunjuk juru bicara yang kompeten untuk menjelaskan segala hal yang berkaitan dengan persoalan Covid-19," ujarnya.

Emma menjelaskan, soal juru bicara terkait dengan persoalan Covid-19 hal itu sudah diampu oleh Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi. Sehingga dalam penyampaian informasi tetap satu pintu agar tidak ada kesimpangsiuran informasi. Terkecuali jika penjelasan yang berkaitan dengan aspek teknis semisal penggunaan masker dan juga cara mencuci tangan yang benar, hal itu bisa saja disampaikan oleh Dinkes.

"Tapi mengenai penyampaian kondisi kasus dan lainnya itu sudah masuk ranah beliau, biar tidak bias juga informasinya. Kalau semua memberikan pernyataan kan jadi bingung juga," ulasnya.

Di sisi lain, bidang promosi kesehatan Dinkes Kota Jogja disebut Emma juga rutin menyampaikan informasi serta sosialisasi terkait dengan Covid-19. Hal itu dilakukan melalui mobil keliling dan juga platform sosial media. "Semuanya disampaikan agar bisa tersosialisasi dengan optimal di masyarakat baik itu info soal pencegahan, prokes dan juga vaksinasi," katanya.