Bangun Infrastruktur & Ekonomi dengan Padat Karya

Warga RT 3 Padukuhan Sambikerep, Bangunjiwo, Kasihan menunjukan kondisi jalan yang rusak, Rabu (26/5/2021). Nantinya jalan rusak tersebut akan diperbaiki melalui program padat karya Disnakertrans Bantul. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
31 Mei 2021 06:17 WIB Media Digital Bantul Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai bentuk stimulus peningkatan perekonomian warga terdampak pandemi, program Padat Karya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul juga tak asal dalam pilih lokasi sasaran program. Di Padukuhan Sambikerep, Kalurahan Bangunjiwo, Kasihan, program Padat Karya menyasar jalan curam yang rusak dan lama belum diperbaiki.

Antusiasme tinggi warga atas bergulirnya program padat karya diutarakan Ketua RT 3 Sambikerep, Supratno. Program padat karya dinilai Supratno memiliki dua manfaat sekaligus dalam sekali kegiatan. Pertama pemulihan ekonomi warga terdampak, sedangkan yang kedua tentu pembangunan fisik yang telah lama dinantikan warga. "Program Padat Karya otomatis sangat membantu bagi warga," ucap dia, Sabtu (26/5/2021).

Menurut penuturan Supratno, memang ada beberapa warga yang terdampak pandemi bahkan sampai kehilangan pekerjaan. Melalui program Padat Karya, warga terdampak dapat mendapatkan honor dari tenaga yang dikeluarkan selama proyek perbaikan jalan.

"Nanti ada 54 warga yang terlibat sebagai tenaga kerja. Mulai dari bagian tenaga, tukang, dan dua mandor dari dua kelompok kerja melibatkan warga di RT 3 dan RT 4," ujar dia.

"Padat karya sangat membantu bagi warga yang kehilangan pekerjaan selama pandemi ini. Nanti mereka bisa menambah income atau pemasukan sesuai upah standar UMR Bantul. Otomatis menambah pendapatan warga terdampak," kata dia.

Jalan utama penghubung antara RT 2, RT 4, RT 5 Padukuhan Sambikerep ini juga jadi jalan pintas ke desa tetangga. Sayangnya, ruas jalan curam menanjak ini rusak kurang lebih 300 meter. "Lokasi program padat karya ini adalah jalan yang dipakai lalu lintas warga, jalan utama kampung. Penghubung dengan Padukuhan Nanggul, Kapanewon Pajangan, dan tiga dusun lainnya banyak yang lewat jalan sini," ucap dia.

Sayangnya dengan lintasan yang curam, jalan vital ini justru alami kerusakan yang menyebabkan sejumlah warga tergelincir. "Perbaikan terakhir 2016, kondisi rusak kurang lebih lima tahunan. Ada beberapa yang tergelincir, ada mobil dua kali," ujarnya.

Pendapatan Warga

Program Padat Karya diinisiasi Disnakertrans Bantul untuk pemulihan ekonomi warga terdampak. Sekretaris Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti menjelaskan perekonomian warga di tingkat bawah khususnya yang terdampak pandemi dapat terbantu dengan adanya program ini. Pasalnya tenaga kerja yang diambil dari warga lingkungan sekitar akan menerima upah dengan rincian untuk tenaga kerja Rp70.000 per hari, tukang Rp80.000 per hari, dan ketua kelompok Rp90.000 per hari.

Dalam pemilihannya, tenaga kerja diambil dengan sejumlah kriteria. Salah satu utamanya yakni memprioritaskan mereka yang termasuk kepala keluarga, baik perempuan maupun laki-laki namun bukan anak di bawah umur. Nantinya warga yang ikut serta dalam pembangunan proyek akan mendapat bimbingan teknis agar memenuhi standar dan satu visi dengan desain yang ada.

Adapun tiap-tiap lokasi Padat Karya mendapatkan dana sebesar Rp160 juta. Rinciannya Rp68 juta upah perangsang kerja. Selanjutnya untuk pembelian bahan-bahan material sekitar Rp72 juta dan Rp20 juta diperuntukkan untuk kegiatan lain pendukung program Padat Karya.