Pembayaran Nontunai di Objek Wisata Kulonprogo Terkendala Akses Internet

Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY menyerahkan aplikasi QUAT (QRIS Ultimate Automated Transaction) kepada sejumlah objek wisata yang ada di Kulonprogo. Selain penyerahan QUAT, pemberian corporate social responsibility (CSR) juga dilakukan untuk mendukung perekonomian Kulonprogo. - Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
01 Juni 2021 20:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Kulonprogo menjadi kendala dalam pengaplikasian pembayaran nontunai di sejumlah destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan sejumlah destinasi wisata yang ada di kabupaten Kulonprogo berada di wilayah blank spot. Alhasil, akses internet sebagai syarat terselenggaranya pembayaran nontunai jadi terhambat.

"Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kulonprogo, khususnya di wilayah sisi utara atau Perbukitan Menoreh memang sinyal masih sangat susah. Padahal, syarat transaksi nontunai membutuhkan jaringan internet yang stabil," kata Joko, pada Selasa (1/6/2021).

Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengunjung Watu Lumbung Gelar Upacara Bendera

Lebih lanjut, minimnya pemahaman masyarakat terkait dengan pembayaran nontunai juga menjadi kendala. Mulai dari kurangnya saldo, kemudian kurangnya pemahaman warga terkait dengan penggunaan dompet digital.

"Mulai dari jaminan jaringan yang bagus dan lain-lain, sebenarnya ini (pembayaran non tunai) merupakan program yang positif. Harapan kami semua kendala untuk mendukung program transaksi non tunai ini bisa didukung stake holder terkait," kata Joko.

Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo, hanya pantai Glagah yang bisa melaksanakan pembayaran non tunai secara maksimal. Jaringan yang bagus serta luasnya area pemungutan retribusi juga menjadi aspek pendukung berjalannya pelaksanaan pembayaran non tunai.

"Proses pembayaran transaksi non tunai membutuhkan waktu yang lebih lama ketimbang transaksi tunai. Bila transaksi tunai membutuhkan waktu dua menit hingga tiga menit saja, lain halnya transaksi nontunai yang membutuhkan waktu sekitar 10 menit," kata Joko.

Baca juga: Sempat Melonjak Sehari, Kunjungan Wisata ke Bantul Kembali Landai

"Kalau tempat retribusinya sempit, akan terjadi penumpukan pengunjung. Maka dari itu masih banyak yang memilih transaksi tunai. Apalagi kalau masih terkendala sinyal," sambung Joko.

Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY sebelumnya menyerahkan aplikasi QUAT (QRIS Ultimate Automated Transaction) kepada sejumlah objek wisata yang ada di Kulonprogo. Selain penyerahan QUAT, pemberian corporate social responsibility (CSR) juga dilakukan untuk mendukung perekonomian Bumi Binangun.

Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan penyerahan sistem pembayaran QUAT yang diberikan kepada sejumlah objek wisata yang ada di Kulonprogo guna mendukung protokol pencegahan penularan Covid-19.

"Selain itu, kita mendukung agenda nasional dalam rangka perluasan akses pemakaian QRIS. Salah satunya adalah tempat wisata dengan segala turunannya seperti kuliner dan lainnya. Sistem pembayaran dengan aplikasi QUAT dinilai aman, praktis, dan bisa diakses dari semua kanal pembayaran yang lain," ujar Santoso Rahmad saat diwawancarai di objek wisata Hutan Mangrove Kadilangu, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kulonprogo, beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, QUAT merupakan aplikasi penerbitan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) bagi pemilik usaha agar proses dengan QR code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Peluncuran QUAT menjadi bagian dari inovasi Bank BPD DIY dalam layanan transaksi digital.

"Kehadiran QUAT juga dalam rangka mendukung UMKM. QUAT juga nantinya hadir di sejumlah hotel yang akan dibangun di Kulonprogo. QUAT juga dalam rangka untuk mendukung UMKM. QUAT menjadi Bukti bahwa kami hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menumbuhkan ekonomi," terang Santoso Rohmad.