Nuthuk Wisatawan Terjadi di Jogja, Ini Wanti-Wanti Sultan

Gubernur DIY Sri Sultan HB X - Harian Jogja/Lugas Subarkah
02 Juni 2021 15:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap kasus nuthuk atau menetapkan tarif kepada wisatawan di luar batas kewajaran tidak terulang karena akan memperburuk citra wisata dan merugikan pelaku pariwisata di DIY.

“Mestinya enggak seperti itu [nuthuk], jangan terulang,” kata Sultan seusai rapat paripurna di DPRD DIY, Rabu (2/5/2021).

BACA JUGA: Sering Diprotes di Medsos, Wisata DIY Wajib Berbenah

Menurut Sultan daftar, harga makanan maupun tarif parkir di kawasan Malioboro atau tempat wisata lainnya harus jelas diperlihatkan kepada wisatawan. Pemerintah kabupaten dan kota juga diminta mengawasi aturan mencantumkan daftar harga tersebut agar wisatawan mendapat kejelasan. 

“Mestinya semua orang mau beli, atau dodolan [jualan] apa, regane pira itu fair [harganya berapa itu transparan], kalau enggak, di mana pun masalah,” ucap Sultan.

Engko [nanti] retribusi engga jelas, harga engga jelas, pekerjaan seperti itu paling mudah dikorupsi itu masalahnya. Jangan sampai lah.”

Kasus nuthuk wisatawan sempat viral di media sosial seperti yang terjadi di kawasan Malioboro tepatnya di Jalan Perwakilan. Kejadian hampir serupa juga terjadi berupa nuthuk retribusi parkir di Jalan Ahmad Dahlan Jogja.