Begini Strategi Pemkab Sleman Hadapi Kenaikan Kasus Covid-19

Harda Kiswoyo saat disumpah saat pelantikan Sekda Sleman, Selasa (25/2/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
02 Juni 2021 21:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Satgas Covid-19 Sleman akan memperbaiki pola komunikasi dengan Satuan Gugus Tugas (Satgas) Kapanewon dan Kalurahan. Hal itu menjadi salah satu evaluasi yang dilakukan Pemkab terkait penanganan Covid-19.

Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan meskipun kasus-kasus baru Covid-19 bermunculan namun Pemkab tidak akan kendor untuk mengingatkan warga agar konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes). Jika segala potensi dilakukan namun masih muncul kasus-kasus baru, maka hal itu tak ubahnya sebagai ujian dari Tuhan.

"Teguran dari Gubernur DIY kepada Pemkab Sleman disikapi sebagai teguran orang tua kepada anaknya. Evaluasi sudah dilakukan dan akan dilakukan perbaikan. Kami akan memperbaiki komunikasi antar Satgas untuk implementasi PPKM," katanya, Rabu (2/6/2021).

Komunikasi yang dilakukan, lanjut Harda, terutama terkait peningkatan kedisplinan masyarakat untuk menerapkan Prokes. Semua pihak, kata Harda harus disiplin untuk menerapkan Prokes. Terkait adanya ketidakpatuhan masyarakat dalam melaksanakan prokes, Pemkab sudah menyikapi dan melakukan penguatan pesan kepada Satgas Kapanewon dan Kalurahan.

BACA JUGA: Setelah Lebaran, Begini Gambaran Penularan Covid-19 DIY

"Tak kalah penting bagaimana mendidik masyarakat. Ini penting untuk membangun psikologis masyarakat untuk menambah kekuatan dan meningkatkan imunitas. Kalau imunitasnya turun justru akan rentan terpapar Covid-19," katanya.

Kabag Organisasi Setda Sleman Anton Sujarwa mengatakan penguatan sinergi dan komunikasi antar Satgas menjadi perhatian penting Pemkab. Selain itu, katanya, Pemkab meminta seluruh Satgas untuk menggugah kembali kedisiplin warga agar menerapkan prokes.

"Sebab dari beberapa kasus yang muncul seluruhnya terkait erat dengan masalah (ketidak) kedisiplinan prokes warga. Ke depan perlu dipertajam kedisiplinan masyarakat dalam melaksankan anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19," kata Anton.