Warga Mantrijerion Manfaatkan Lahan Kosong untuk Tanaman Hidroponik

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (kiri) saat memanen sayuran di Kebun Hidroponik Kaidrop, Kampung Mantrijeron, Kelurahan Mantrijeron, Kemantren Mantrijeron, Jumat (4/6). - Ist/Humas Pemkot Jogja.
06 Juni 2021 07:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah warga di Kampung Mantrijeron, Kelurahan Mantrijeron, Kemantren Mantrijeron, Jogja, memanfaatkan lahan kosong di kampung setempat untuk ditanami tanaman sayur dengan konsep hidroponik dan budi daya ikan lele. Upaya tersebut justeru menjadi peluang usaha yang menguntungkan.

Usaha sayuran hidroponik tersebut dinamakan Kebun Hidroponik Kaidrop. Salah satu pengelola Kebun Hodroponik Keidrop, Nurul Annisa mengatakan kegiatan budi daya kebun organik ini dilakukan oleh anak-anak muda Kampung Mantrijeron yang awalnya hanya untuk mengisi waktu luang saat pandemi Covid-19.

BACA JUGA : Manfaatkan Lahan Sempit dengan Bertanam Secara Hidroponik

Ada puluhan pemuda yang terlibat di dalamnya, namun terkadang ada yang aktif dan ada yang tidak aktif. Namun dalam perkembangannya ternyata usaha berkebun hidroponik yang menghasilkan sayur organik ini menjadi usaha atau bisnis yang menguntungkan.

“Sementara ini hasil panen dijual ke warga sekitar dan warga luar secara daring,” kata Annisa, saat dihubungi Sabtu (5/6/2021).

Annisa mengatakan budi daya tanaman hidroponik tersebut dimulai pada bulan Maret 2020 dengan memanfaatkan lahan kosong milik Pak Heru Budi Setiawan dengan luas lahan awalnya 2x8 meter persegi yang kini sudah diperlebar menjadi 8x16 meter persegi.

Sejak mulai berkebun tahun lalu Kaidrop telah panen sebanyak 10 kali dengan jenis sayur di antaranya kangkung, selada, sawi, dan bayam. Saat ini telah dilakukan panen setiap minggu dengan jumlah berkisar antara 100 –180 pak yang hasilnya langsung dijual ke masyarakat.

BACA JUGA : Angkat Hidroponik, Logandeng Andalkan Anak Muda 

Sementara, “Hasil dari setiap penjualan, dari setiap kali panen berkisar satu jutaan yang kami gunakan untuk pengembangan modal dan biaya jasa sumber daya,” kata Nurul.

Kebun Hidroponik Kaidrop juga sempat didatangi Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, pada Jumat (4/6) lalu. Dalam kesempatan tersebut Heroe mengapresiasi apa yang sudah dilakukan anak-anak muda di Kampung Mantrijeron yang melakukan kegiatan berkebun di lahan kosong milik warga. Potensi hasil panen juga cukup terbuka sehingga pilihan berkebun merupakan pilihan yang tepat.

Dia berharap kebun hidroponik tersebut terus dikembangkan dan hasilnya tidak hanya untuk warga namun bisa dipasok keminimarket dan supermarket.