Angkat Hidroponik, Logandeng Andalkan Anak Muda

Sekretaris Desa Logandeng, Beti Yuliani, menunjukkan bibit tanaman yang akan dikembangkan di Desa Logandeng, Kecamatan Playen, Rabu (4/4/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
04 April 2018 13:00 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Desa Logandeng, Kecamatan Playen cari akal untuk menyikapi minimnya petani muda. Salah satu jalan yang diambil, Pemdes Logandeng mengangkat pertanian hidroponik dengan menggandeng kalangan anak muda.

“Pemdes menyasar karang taruna. Pelatihan hidroponik sudah dilakukan dua kali pada akhir Maret, bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul. Ada 30 anak muda yang ikut pelatihan,” ungkap Sekretaris Desa Logandeng, Beti Yuliani, Rabu (4/4/2018).

Anak muda perlu dilibatkan dalam konsep pertanian karena Logandeng mengalami krisis petani muda. Hal itu terlihat dari komposisi orang-orang yang mengisi kelompok tani (klomtan). Beti menyebut anggota-anggota klomtan mayoritas orang-orang tua.

“Sangat sedikit anak-anak muda yang ikut klomtan. Kebanyakan [orang] yang sudah tua,” ungkapnya. Selain meningkatkan partisipasi anak muda jadi petani, keterlibatan mereka juga bisa memaksimalkan potensi pertanian dengan konsep-konsep modern.

Beti berharap pertanian hidroponik bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat bila sudah berjalan. Sebagai langkah awal, hasil pertanian hidroponik ditargetkan mampu mencukupi kebutuhan pribadi masyarakat sekitar.