BRIN Gandeng UGM dan UPN Dalami Penyebab Kemunculan Api di Seyegan
BRIN menyelidiki fenomena api misterius di Seyegan dengan metode kromatografi gas. Peneliti akan menguji kandungan gas hidrogen dan metana untuk mengungkap.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Rencana pengembangan objek wisata baru oleh investor besar di di Kalurahan Selopamioro, Imogiri, Bantul, menuai banyak tanggapan. Komisi B DPRD Bantul menilai rencana tersebut perlu memberdayakan masyarakat setempat.
Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis menuturkan harus ada koordinasi terlebih dahulu antara investor dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). "Perlu diadakan koordinasi terlebih dahulu. Baik antara investor dengan OPD terkait maupun dengan warga sekitar," tuturnya Senin (7/6/2021).
BACA JUGA: Gara-Gara Tanaman, Ganti Rugi Jalan Tol Jogja-Solo Sisakan Masalah
Koordinasi dinilai sangat perlu untuk mengkaji apakah fasilitas yang bakal dibangun sesuai dengan regulasi yang ada. Aspek tata ruang menjadi salah satu sisi yang turut dipertimbangkan. Selain itu pelibatan warga atau aspek kemanfaatan bagi warga sekitar pun patut diperhartikan. "Jangan sampai pembangunan tidak bermanfaat bagi warga sekitar," ujarnya.
Pemberdayaan masyarakat menurut Wildan sangat penting. Terlebih di lokasi pembangunan sebelumnya telah dikembangkan obkek wisata yang dikembangkan oleh warga. "
Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis menyebutkan Pemkab Bantul telah mendapatkan proposal dari investor tersebut. “Kami tentu akan melakukan kajian kajian, khususnya tentang pemanfaatan ruang yang ada," tuturnya.
BACA JUGA: Investor Wisata Kakap Akan Kembangkan Lahan 1,7 Hektare di Imogiri, Warga Resah
"Kalau memang ruang itu bisa dimanfaatkan, tentunya pemerintah Kabupaten Bantul akan memberikan fasilitas. Akan tetapi tentu kalau tidak sesuai dengan tata ruang kami akan menolak," tegasnya.
Menurut dia, kehadiran investor sangat dibutuhkan dalam rangka untuk pemenuhan tenaga kerja. Selain itu kehadiran investor dinilai ikut membantu pengembangan ekonomi lokal yang ada di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BRIN menyelidiki fenomena api misterius di Seyegan dengan metode kromatografi gas. Peneliti akan menguji kandungan gas hidrogen dan metana untuk mengungkap.
Qodari tegaskan dialog kunci demokrasi usai aksi mahasiswa UGM, sekaligus bela program MBG sebagai mandat rakyat.
Bareskrim Polri menahan dua tersangka baru kasus tambang emas ilegal dan TPPU. Simak perkembangan lengkapnya.
Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan karena merupakan mandat rakyat kepada Presiden Prabowo.
Insentif guru madrasah non-ASN mulai cair akhir Juni 2026 sebesar Rp1,5 juta. Simak detail lengkapnya di sini.
IHSG menguat ke level 6.321 pada Rabu, investor wait and see keputusan suku bunga BI dan The Fed. Simak analisis lengkapnya.