Dalam Waktu Sepekan, Puluhan Warga Dengok Gunungkidul Tertular Corona

Ilustrasi - Freepik
08 Juni 2021 13:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Penularan virus Corona di Gunungkidul meningkat dalam beberapa hari terakhir. Selain kemunculan klaster pabrik tas di Kalurahan Bandung, juga ada lonjakan kasus di Kalurahan Dengok, Playen.

Dalam rentang waktu satu pekan, ada 24 warga yang dinyatakan positif Covid-19. Lurah Dengok, Suyanto, mengatakan 24 warga berasal dari 12 keluarga. Dari Dusun Dengok II ada 10 keluarga, sedangkan dua keluarga lainnya berasal dari Dusun Dengok I dan III.

“Upaya tracing terus dilakukan dan mudah-mudahan penularan bisa segera dihentikan,” kata Suyanto kepada wartawan, Selasa (8/6/2021).

Menurut dia, ada beberapa sumber yang menjadi penyebab penularan. Meski demikian, penularan terbanyak berasal dari kasus warga meninggal dunia yang dinyatakan positif terinfeksi Corona.

Suyanto mengungkapkan antisipasi sudah dilakukan karena pemakaman dilaksanakan sesuai dengan standar pemulasaraan Covid-19. Selain itu, tracing juga dilakukan dengan tes antigen terhadap keluarga pasien yang meninggal.

Meski demikian, sambung dia, hasil dari pengetesan kurang akurat. Pasalnya, hasil tes antigen seluruh keluarga dinyatakan negatif. Namun, seusai tes dilakukan, ada anggota keluarga yang mengalami sesak nafas. 

“Setelah dites swab PCR dinyatakan positif. Hasil penelusuran ada sembilan kepala keluarga yang dinyatakan tertular dari warga yang meninggal dunia karena virus Corona,” katanya.

Menurut dia, upaya antisipasi langsung dilakukan dengan menggelar swab kepada 15 warga yang mengikuti acara tahlilan di rumah warga yang meninggal tersebut. “Upaya pencegahan penularan terus dilakukan,” katanya.

Suyanto menambahkan pada tiga keluarga lainnya, asal penularan virus Corona tidak diketahui secara pasti. Sebagai contoh orang yang dinyatakan menderita penyakit TBC, tetapi pada saat dites hasilnya positif Covid. “Ini terjadi pada seorang perempuan yang menemani suaminya berobat TBC. Saat periksa mengeluh batuk dan pilek dan saat dites hasilnya positif,” ungkapnya.

Peningkatan kasus Corona di Gunungkidul bisa terlihat dari data dinas kesehatan sejak 1-7 Juni 2021. Total selama kurun waktu satu pekan terjadi penambahan penularan sebanyak 204 kasus. Adapun sembilan pasien positif dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan hingga saat ini yang masuk klaster hanya pabrik tas di Kalurahan Bandung, Playen. Sedangkan di lokai lainnya belum ada klaster penularan baru. “Untuk klaster yang lain belum ada,” kata Dewi.