Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
\r\nLeginem salah seorang pedagang Pasar Sleman saat menjalani vaksinasi Covid-19 di GOR Pangukan Sleman, Rabu (9/6/2021)-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mewajibkan seluruh pedagang pasar untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Vaksinasi ini bertujuan untuk melindungi para pedagang dan pengunjung pasar agar tidak tertular virus Corona.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan vaksinasi Covid-19 diwajibkan bagi para pedagang pasar di Sleman. Sebab selain untuk melindungi pedagang pasar, keluarga juga melindungi para pengunjung.
"Kalau belum divaksin tidak boleh berjualan atau nanti surat izinnya bisa tidak keluar. Akhirnya melalui berbagai pendekatan akhirnya para pedagang pasar bersedia untuk divaksin," ujar Mae di sela kegiatan vaksinasi pedagang pasar di GOR Pangukan Sleman, Rabu (9/6/2021).
Diakui Mae, masih ada pedagang yang masih takut, khawatir dan masih enggan divaksin. Namun angkanya hanya 5% dari 12.000 orang jumlah pedagang pasar. Pedagang yang masuk kategori tersebut tetap akan diberikan pemahaman dan edukasi agar bersedia divaksin melalui paguyuban dan Satgas Covid-19 di masing-masing pasar.
"Kartu vaksin yang diberikan kepada para pedagang pasar menjadi bukti mereka sudah divaksin. Mereka yang masih belum divaksin akan tetap dikawal, diminta untuk divaksin," kata Mae.
Dari sekitar 12.000 pedagang pasar di Sleman, lanjut Mae, baru sekitar 10.000 orang yang mendaftar sebagai penerima vaksin. Sisanya yang belum mendaftar merupakan pedagang pasar yang mobile ke pasar-pasar untuk droping dagangan. Termasuk pedagang sayuran keliling. Mereka juga akan menjadi sasaran program vaksinasi.
"Kartu vaksin ini menjadi alat skrining bagi pedagang yang belum divaksin. Kami akan jaring mereka yang belum divaksin, kami minta untuk ikut vaksinasi," katanya.
Salah seorang pedagang Pasar Sleman, Leginem warga Cabakan, Sleman awalnya mengaku kalut saat menunggu antrean. Namun setelah divaksin, ia mengaku sudah tenang. "Tadi waktu antri masih takut, khawatir. Tapi setelah divaksin sudah lega, sudah tenang (pikirannya)," katanya.
BACA JUGA: Begini Kronologi Pemberian Gelar Profesor Kehormatan Megawati
Kabid Penanggulanan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Novita Krisnaeni menjelaskan jenis vaksin yang digunakan bagi para pedagang pasar menggunakan jenis AstraZeneca. Selain masa interval lebih lama dibandingkan jenis Sinovac yakni 3 bulan, kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) untuk jenis AstraZeneca juga dinilai sedikit.
"Tidak ada perlakuan berbeda menggunakan Sinovac maupun AstraZeneca. Hanya penekanannya pada gangguan pembuluh darahnya. Interval juga berbeda, lebih lama AstraZeneca. Lebih enak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.