Dinas Kebudayaan Kota Jogja Gelar Kompetisi Bahasa dan Sastra 2021

Ilustrasi lomba sastra. - Harian Jogja
10 Juni 2021 12:17 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Kompetisi Bahasa dan Sastra kembali digelar oleh Dinas Kebudayaan Kota Jogja. Pada tahun 2021 ini kompetisi dibagi dalam 2 kategori yaitu untuk pelajar dan umum.

Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam 2 tahap, seleksi video dan seleksi langsung/final. Tahap pertama berupa seleksi video dengan pengiriman file ke panitia pada tanggal 19-30 Juli 2021 untuk kategori umum dan 26 Juli – 6 Agustus 2021 untuk kategori pelajar. Link pendaftaran akan diumukan mendekati hari pelaksanaan melalui akun Instagram Dinas Kebudayaan Kota Jogja.

Peserta pelajar dari sekolah wilayah Kota Jogja, dapat mengikuti lomba ini melalui sekolah masing-masing.

Peserta yang lolos di tahap pertama berhak mengikuti penjurian tahap kedua berupa seleksi langsung/final. Rencananya babak final akan digelar pada bulan Agustus mendatang untuk memilih 5 (lima) peserta terbaik sebagai juara pertama hingga juara harapan kedua. Hadiah akan diberikan berupa uang pembinaan, tropi dan sertifikat. Peserta terbaik pertama, kedua dan ketiga juga akan dikirim ke lomba berjenjang di tingkat DIY mewakili kontingen Kota Yogyakarta. Kecuali lomba alih manuskrip yang diselenggarakan hingga tingkat kota saja.

Ketentuan teknis lomba dapat diunduh di website Dinas Kebudayaan Kota Jogja.

Baca juga: Cek Data Terbaru Covid-19 di Gunungkidul per 9 Juni 2021

Keseluruhan jenis lomba yang akan digelar adalah:
1.Macapat (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA)
2.Geguritan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA)
3.Alih Aksara (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA)
4.Baca Cerkak (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA)
5.Sesorah (SMP/MTs, SMA/SMK/MA)
6.Pranata Adicara (SMA/SMK/MA dan umum warga Kota Yogyakarta)
7.Alih Manuskrip (umum warga Kota Yogyakarta)
8.Stand Up Comedy Bahasa Jawa (umum warga Kota Yogyakarta)

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Yetti Martanti, S.Sos., M.M. menjelaskan kegiatan kompetisi Bahasa dan Sastra ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Pemkot Jogja. "Selain sebagai upaya pelestarian bahasa dan sastra lokal, lomba ini juga diharapkan mampu menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal, menghidupkan tradisi dan kesadaran akan kekayaan budaya yang dimiliki," kata dia dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (10/6/2021). (ADV)