Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Klaster penularan covid-19 perkampungan masih terus bermunculan di Sleman dan menginfeksi hingga 70 Kasus. Terbaru ada setidaknya dua klaster yang ditemukan dengan puluhan kasus positif, yakni di Dusun Plosokuning V, Kalurahan Minomartani, Kapanewon Ngaglik, dan Dusun Ngrangsan, Kalurahan Selomartani, kapanewon Kalasan.
Panewu Ngaglik, Subagyo, menjelaskan sejak ditemukan kasus pertama pada Senin (7/6/2021) di RT 22 RW 9, hingga saat ini total kasus positif di Plosokuning V ada sebanyak 34 kasus. “Awalnya ada orang yang bergejala, terus periksa mandiri lalu ketahuan positif,” ujarnya, Kamis (10/6/2021).
Dari satu kasus pertama tersebut, kemudian dilakukan tracing pada kontak eratnya yang kemudian ditemukan 10 kasus baru pada Rabu (9/6/2021). Lalu pada Kamis (10/6/2021), dilakukan tracing kembali dan ditemukan 23 kasus baru, sehingga totalnya saat ini ada 34 kasus positif.
Ia menuturkan sebagian kasus saat ini telah dievakuasi ke Rusunawa Gemawang dan sebagian menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. menindaklanjuti hal ini, pihaknya juga telah merencanakan untuk menerapkan lockdown wilayah di RW 22.
BACA JUGA: Demam Korea! Bungkus BTS Meal McD Dijual dengan Harga Tidak Masuk Akal
Kepala Puskesmas Ngaglik I, Khamidah Yuliati, mengatakan tambahan kasus positif di Plosokuning V merupakan anggota keluarga dan tetangga. “Yang disampaikan ke kami itu tujuh orang dalam satu keluarga positif. Jadi awalnya itu klaster keluarga,” katanya.
Untuk klaster ini pihaknya telah menelusuri kontak kasus sampai 101 orang. tracing masih akan dilakukan kepada 23 kasus tambahan Kamis (10/6/2021). Adapun total kasus positif saat ini kebanyakan warga RT 22, namun juga ada yang berada di RT sekitarnya.
Sementara itu, di Kapanewon Kalasan, tepatnya di RW 1, Dusun Ngrangsan, Kalurahan Selomartani, ditemukan sebanyak 36 kasus positif pada Kamis (10/9/2021). Salah satu warga, Iwan, menjelaskan penemuan kasus pertama pada sekitar awal Juni lalu.
“Awalnya ada perawat terkena [positif], ibunya kena, sampai jadi 19 [kasus positif]. baru kemaren dilakukan swab masal. Setelah ada yang meninggal satu. Karena yang meninggal itu ikut yasinan. Yang diswab masala da satu RT, mungkin sekitar 100-an orang,” ungkapnya.
Dari total kasus tersebut, tiga diantaranya dirawat di rumah sakit dan sisanya menjalani isolasi mandiri. Meski sudah ditemukan klaster baru, di wilayah tersebut sampai saat ini belum diterapkan lockdown wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY 13 Oktober 2026 di Sleman, lengkap dengan lokasi SIM Corner, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Keliling Jogja 13 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan, jam operasional, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 13 Oktober 2026 tersedia mulai dini hari hingga malam. Cek rute dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA, Selasa, 13 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.