Puluhan Warga Bausasran Terpapar Covid-19, Dua RT Lockdown

Ilustrasi. - Freepik
13 Juni 2021 13:47 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, DANUREJAN - Puluhan warga di Kelurahan Bausasran, Kota Jogja dilaporkan terpapar Covid-19. Satgas Penanganan Covid-19 setempat menyatakan bahwa kasus itu tersebar di sejumlah tempat yakni meliputi 8 RW di 10 RT.

"Ya, memang ada kasus. Tetapi sebenarnya kalau dilihat akumulasi jadi besar. Kasusnya tersebar di banyak RT dan RW dan penyebabnya itu berbeda-beda. Jadi sebagian besar tidak berkaitan," jelas Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, Minggu (13/6).

Heroe menjelaskan, pihaknya mengidentifikasi bahwa penularan itu sedikitnya terjadi pada tiga tempat yang berbeda dan tidak berasal dari Kota Jogja. Ada yang tertular dari kantor, tamu luar daerah, dan kontak erat dari keluarga di Sleman.

"Jadi sebenarnya kasusnya terpisah-pisah. Tetapi berada dalam satu wilayah kampung di Danurejan," ungkapnya.

Dia menambahkan, total warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 jika dihitung sejak awal bulan yakni berjumlah 43 orang. Namun, dari jumlah itu yang munculnya baru tiga hari terakhir yaitu 27 orang.

"Sebagian besar terjadi dalam satu rumah. Ada RT yang kasusnya 14, tetapi dalam tiga rumah. Ada RT yang kasusnya 12, tetapi dalam tiga rumah. Ada pula satu RT empat kasusnya, tapi hanya satu rumah," terangnya.

Sejak akhir pekan lalu, dua RT yang masuk ke dalam zona oranye telah ditutup aksesnya dan mobilitas warga yang keluar masuk dibatasi.
Dari kasus itu pihaknya juga telah melakukan tracing dan testing. Dari kontak erat berbagai kasus itu, 36 warga diisolasi dimana delapan orang menunggu hasil swab, 24 akan di swab, dan empat lainnya karena kondisi tidak di swab kini tengah diisolasi.

"Ada dua yang dirawat di rumah sakit. Selebihnya ada yang masuk shelter dan isolasi mandiri," ujarnya.

Ditambahkan, saat ini dua RT yang ditutup itu juga sudah dijaga oleh Satgas Covid kemantren dan kelurahan dengan melibatkan Satpol PP, Linmas, Babinkamtibmas dan Babinsa.
Hal itu bertujuan agar kondisi wilayah setempat bisa dijaga keselamatan warganya.

"Saya juga minta semua warga untuk menjaga prokes dengan baik, agar penyekatan terbatas itu bisa efektif dan bisa cepat mereda sebarannya," kata Heroe.

Dia mengungkapkan, adanya kasus itu menunjukkan bahwa potensi penularan masih cukup tinggi. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar semua warga taat prokes.

Selain itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja juga akan melakukan sejumlah upaya untuk mencegah sebaran di masa liburan maupun akhir pekan. Diantaranya dengan melakukan pencegatan secara acak maupun sweeping terhadap kendaraan di jalan maupun di tempat parkir dan tempat destinasi wisata.

"Terutama untuk penerapan prokesnya. Kita berharap aktivitas apapun, termasuk berwisata harus menjalankan prokes dengan optimal," katanya.