Bantul Waspada Kekeringan

Ilustrasi. - Reuters/Mike Hutchings
15 Juni 2021 11:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul terus mewaspadai kemungkinan kekeringan yang mengancam wilayahnya. Meski sampai saat ini belum ada laporan dari wilayahnya terkait dengan permintaan droping air.

"Sampai saat ini memang belum ada permintaan soal droping air. Tapi kami sudah antisipasi dengan menyediakan anggaran senilai Rp40 juta untuk bantuan droping air," kata Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto, Senin (14/6).

Lebih lanjut Dwi, mengungkapkan jika pihaknya telah mendapatkan informasi dari BMKG terkait dengan kemarau basah yang mungkin terjadi. Sejauh ini,  jawatannya terus melakukan pemantauan dan melakukan pemetaan daerah yang kemungkinan akan berpotensi terdampak kekeringan.

Selain itu, Dwi juga belum bisa memastikan apa akan penambahan atau malah terjadi pengurangan untuk wilayah yang berpotensi terjadi kekeringan di Bantul. Untuk saat ini pihaknya mengatakan untuk titik kekeringan masih sama dengan tahun lalu.

Di mana, titik rawan kekeringan ada di Kecamatan Piyungan, Pleret, Imogiri, Dlingo, Pundong dan sebagian Pandak dan sebagian Pajangan. “Kami terus memantau. Nantinya, begitu ada laporan dan permintaan, akan kami drop,” terang Dwi.

Anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Piyungan Ahmad Yani mengungkapkan belum mendapatkan laporan dari wilayahnya terkait dengan droping air. Kendati demikian, dia mengakui jika dirinya menduga beberapa dusun di Piyungan berpotensi kekeringan pada musim kemarau kali ini. 

"Apalagi di daerah Srimulyo yang merupakan langganan kekeringan. Karena jangkauan PAM juga belum memenuhi," ucapnya.