Corona Melonjak, Selter Kalurahan di Sleman Mulai Digunakan

Ilustrasi. - Freepik
17 Juni 2021 21:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Lonjakan kasus baru Covid-19 di Sleman menyebabkan tingkat hunian ruang isolasi di Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 (FKDC) Sleman penuh. Beruntung sejumlah kalurahan saat ini memiliki selter.

Hanya saja, baru beberapa kalurahan yang fasilitas selternya digunakan oleh warga untuk isolasi mandiri. Sisanya, warga melakukan isolasi mandiri di rumah.

Di Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, misalnya, dari tujuh kamar yang disediakan baru terisi lima warga yang melakukan isolasi mandiri di selter kalurahan. "Sudah terisi lima orang dari tujuh kalurahan. Mereka berasal dari tiga lokasi bukan satu keluarga," kata Lurah Tamanmartani Gandang Hardjanata, Kamis (17/6/2021).

Pihaknya pun siap menambah jumlah selter jika memang dibutuhkan oleh warga. Saat ini, kata Gandang, kalurahan masih mencari lokasi alternatif yang dapat dijadikan shelter. "Ini saya sedang mencari alternatif tempat yang lain kalau masih kurang. Tapi mudah-mudahan kasus tidak bertambah," katanya.

Beberapa kalurahan mengaku sudah menyediakan shelter. Hanya saja ruang isolasi yang disiapkan masih belum digunakan oleh warga. "Kami punya empat kamar, buat jaga-jaga bagi warga yang membutuhkan ruang isolasi. Tapi belum dipakai," kata Lurah Condongcatur Kapanewon Depok, Reno Candra Sangaji.

Senada dengannya diungkap oleh Lurah Sendangtirto Kapanewon Berbah Sardjono. Di kalurahan ini, terdapat enam bed dengan tiga kamar namun hingga kini belum satupun warga yang menggunakan fasilitas tersebut.

Lurah Triharjo, Kapanewon Sleman Irawan mengungkapkan saat ini terdapat dua bed yang disediakan kalurahan sebagai selter. Namun belum digunakan sebagai ruang isolasi bagi warga yang terkonfirmasi positif. Pihaknya juga masih mencari lokasi yang lebih representatif untuk dijadikan selter. "Yang siap baru dua bed, kami masih mencari dan menyiapkan selter supaya lebih baik," katanya.

BACA JUGA: Akan Ada Hujan Meteor Ofiukid 19 Juni, Ini Waktu yang Tepat Menyaksikannya

Sekadar diketahui, Pemkab melarang warga untuk melakukan isolasi mandiri di rumah jika fasilitas di rumahnya tidak memadai. Warga tidak boleh melakukan isolasi mandiri di rumah jika tidak ada kamar dan kamar mandi terpisah dengan anggota keluarga lainnya. "Kalau tidak dilakukan maka akan menular ke keluarga lainnya," kata Sekda Sleman Harda Kiswaya.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Instruksi Bupati No.14/INSTR/2021 yang ditandatangani Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo sejak Jumat (11/6). Dasar keluarnya instruksi ini akibat masih tingginya kasus pasien terkonfirmasi positif dan terjadinya lonjakan kasus baru Covid-19 sejak awal Juni lalu.

Harda mengatakan, dalam instruksi tersebut Pemkab juga mewajibkan setiap kalurahan untuk memiliki shelter. Shelter di tingkat kalurahan ini, kata Harda, berfungsi sebagai fasilitas isolasi dan karantina bagi warga yang terkonfirmasi positif. Ketersediaan shelter di kalurahan bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.