Meski Covid-19 Menggila, Pemkot Jogja Tak Akan Tutup Objek Wisata

Wisatawan mengantre di Gate Zonasi Malioboro untuk cek suhu dan kode QR pada Minggu (27/12/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
22 Juni 2021 19:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja pilih memperketat wisatawan ketimbang menutup objek wisata seperti yang dilakukan di Bantul setiap akhir pekan. Bahkan Pemkot tengah mempersiapkan sanksi khusus bagi wisatawan dan pelaku wisata yang tidak mentaati protokol kesehatan.

“Tidak menutup wisata hanya pengawasan lebih ketat, ya sweeping-sweeping engga melakukan penutupan tapi pengawasan ketat, pemeriksaan kesehatan para wisatawan,” kata Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, Selasa (22/6/2021).

Heroe juga tengah mempersiapkan sanksi bagi wisatawan dan pelaku wisata yang tidak disiplin protokol kesehatan sebagai bagian dari pencegahan penularan Covid-19 yang semakin masif akhir-akhir ini.

BACA JUGA: Pasien Covid-19 Melonjak, Gunungkidul Mulai Kekurangan Tenaga Kesehatan dan Oksigen

“Sanksi lagi kita rumuskan apakah kita bisa menerapkan sanksi langsung, lagi dirumuskan,” ujar Heroe.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jogja ini juga mengatakan terjadi penambahan kasus positif Covid-19 di lingkungan Pemerintah Kota Jogja sebanyak sekitar 50an orang yang tersebar di delapan organisasi perangkat daerah (OPD), namun yang terbanyak ada di Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans).

Heroe mengakui akhir-akhir ini penularan Covid-19 di Jogja cukup masif, “Ini memang kecepatan penularan dan sebarannya cukup tinggi. Kita belum bisa memastikan apakah termasuk virus varian baru atau bukan. Tapi dengan melihat kasus dan pertumbuhannya termasuk sangat cepat,” ujar Heroe.