SULUH, Aplikasi Layanan Bersama Mempermudah Satuan Kerja

Launching Aplikasi Sinergi Untuk Layanan Terpadu yang Handal (SULUH) bertempat di University Hotel Yogyakarta/Ist
23 Juni 2021 10:17 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan, pada Kamis, 17 Juni 2021 lalu melaksanakan launching Aplikasi Sinergi Untuk Layanan Terpadu yang Handal (SULUH) bertempat di University Hotel Yogyakarta.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta memberikan sambutan sekaligus meresmikan launching penggunaan Aplikasi Sinergi Untuk Layanan Terpadu yang Handal (SULUH).

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta, Bapak Sahat M.T. Panggabean, menyampaikan bahwa tanpa terasa sudah satu tahun lebih covid-19 mewabah di Indonesia dan memaksa kita untuk beradaptasi dengan kebiasaan normal baru dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam mengakses pelayanan publik.

Pelayanan publik yang semula dapat diperoleh secara offline, dalam waktu singkat harus bertransformasi menjadi pelayanan online dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran covid-19.

Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta sebagai salah satu penyedia layanan publik khususnya di bidang pelaksanaan anggaran berusaha untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan termasuk dengan melakukan digitalisasi pelayanan.

Jika sebelum pandemi, pelayanan konsultasi mengenai pelaksanaan anggaran dapat dilakukan melalui CSO secara offline, pada masa pandemi ini layanan konsultasi diarahkan melalui platform digital seperti WhatsApp group, email, dan sebagainya.

Dalam pelaksanaannya, pelayanan secara online ini masih menimbulkan beberapa kendala bagi satuan kerja, misalnya penyatuan persepsi yang dirasakan kurang efektif, atau layanan yang hanya terbatas pada layanan di Kanwil Ditjen Perbendaharaan saja.

Alhasil satuan kerja masih harus menghubungi beberapa pihak untuk mendapatkan informasi atau konsultasi terkait pengelolaan anggaran, atau bahkan berkonsultasi secara tatap muka langsung kepada beberapa kantor layanan sehingga membutuhkan waktu dan tenaga, serta biaya yang lebih.

Mempertimbangkan hal tersebut, Kanwil Ditjen Perbendaharaan D.I. Yogyakarta mengembangkan inovasi “Layanan Bersama” berbasis IT yang merupakan sinergi dengan beberapa instansi untuk memberikan beberapa pelayanan, diantaranya adalah pelayanan di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta (Konsultasi terkait revisi DIPA, laporan keuangan satker, SAKTI dan lainnya), Kanwil Ditjen Pajak Provinsi D.I. Yogyakarta (konsultasi mengenai perpajakan), Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang D.I. Yogyakarta (pelayanan Barang Milik Negara), KPPBC Tipe Madya Pabean B Yogyakarta (pelayanan informasi terkait bea cukai), PT. TASPEN (konsultasi mengenai pembayaran pensiun) serta Kanreg I BKN Yogyakarta (pelayanan terkait kepegawaian).

Dalam kesempatan tersebut, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara hibryd, dengan jumlah satker yang hadir secara luring sebanyak 40 Satker, dan yang hadir secara daring sebanyak 250 Satker.

Aplikasi layanan terpadu ini dinamakan dengan aplikasi SULUH (Sinergi Untuk Layanan Terpadu yang Handal) dan merupakan aplikasi berbasis desktop yang menjadi sarana untuk mengakses layanan terpadu.

SULUH merupakan salah satu inovasi layanan yang ditawarkan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta dalam rangka mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Tahun 2021.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta, sangat mengapresiasi kegiatan ini, serta menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan kehadiran seluruh satker lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta.

Aplikasi ini diharapkan dapat memudahkan dan membantu Satuan Kerja dan masyarakat secara umum yang membutuhkan berbagai layanan, baik terkait anggaran, pajak, bea cukai, BMN, kepegawaian, dan pensiun dengan melalui satu pintu, aplikasi SULUH, sehingga akan lebih efektif dan efisien, serta tetap dapat menjaga protocol kesehatan dengan baik. (*)