Proyek Strategis Nasional di Kulonprogo Buka Peluang Investasi

Sosialisasi kepada sejumlah investor terkait dengan kebijakan penanaman modal di wilayah Kulonprogo di Kopi Thiwul 87 Resto and Cafe, Kalurahan Kalimenur, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo, Rabu (23/6/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
23 Juni 2021 22:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sejumlah investor berminat menanamkan modalnya di Kulonprogo. Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) dan sejumlah proyek strategis nasional lain di Bumi Binangun menjadi daya tarik utama investasi di daerah ini.

Untuk mendukung iklim investasi dan mempermudah kegiatan usaha investor, Pemkab memberikan kemudahan melalui perda yang berkaitan dengan kebijakan penanaman modal,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo, Agung Kurniawan saat sosialisasi kebijakan penanaman modal kepada sejumlah investor di Kopi Thiwul 87 Resto and Café, Kalurahan Kalimenur, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, Rabu (23/6/2021).

Sosialisasi tersebut dihadiri sekitar 50 investor dan sejumlah narasumber di antaranya Bupati Kulonprogo, Sutedjo; Direktur Badan Otorita Borobudur (BOB), Indah Juanita, Wakil Manajer Bank Indonesia DIY, Dinatania; Direktur BPD DIY Cabang Wates, Suroso, dan beberapa pejabat lain.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo dalam paparannya mengatakan sejumlah proyek strategis nasional di Kulonprogo diharapkan mampu membangkitkan perekonomian masyarakat Bumi Binangun.

Di Kulonprogo banyak proyek strategis nasional yang mampu membangkitkan ekonomi dan daya tarik investor maupun calon investor untuk menanamkan modalnya," ujar Sutedjo.

Meski demikian, Sutedjo mengatakan dengan adanya proyek strategi nasional tersebut, jajarannya tetap berusaha mempertahankan karakteristik budaya masyarakat Kulonprogo. “Dengan adanya proyek ini akan menjadikan Kulonprogo semakin beradaptasi dengan modernisasi. Namun, ini tetap tidak boleh mengubah karakteristik masyarakat yang tradisional. Jadi karakteristik tradisional tetap kami pertahankan,” kata Sutedjo.

Sutedjo menyebutkan rencana pengembangan kawasan aerotropolis perlu mendapat dukungan dari pihak investor. “Nah, dalam hal ini kami berusaha untuk menggandeng investor dalam mengembangkan kawasan aerotropolis. Kawasan di sekitar YIA ini sudah ditetapkan dan kini dalam proses untuk pengembangan. Ini perlu mendapat dukungan dari pihak swasta, utamanya investor,” ujarnya.

Direktur BOB, Indah Juanita juga mengajak investor untuk mengembangkan potensi pariwisata di Kulonpogo. “Kami dari BOB secara khusus diberi tugas untuk pengembangan pariwisata wilayah Borobudur dan sekitarnya, termasuk Jalur Bedah Menoreh. Ini tentu butuh peran investor, seperti apa yang bisa dikembangkan dengan berbagai masukannya juga,” kata Indah.