Viral Persahabatan Siswa SMK Bantul, Alif Dapat Laptop dari Alumni
Video siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul memberi sepatu kepada temannya viral. Seorang alumni kemudian memberikan laptop untuk mendukung belajar Alif.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com,JOGJA--Pemda DIY meminta masyarakat tetap di rumah dan tidak bepergian jika tidak terlalu penting. Hal ini karena penularan Covid-19 di Bumi Mataram kian menggila.
Bahkan pada Kamis, 24 Juni 2021, ini sebanyak 791 warga DIY terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah ini rekor tertinggi sejak pandemi Covid-19 melanda DIY pada Maret 2020.
“Saya kira yang di ujungnya, proses pencegahan itu disiplin kita. Tidak usah keluar rumah dulu kalau tidak sangat perlu. Perlu ya perlu, tapi sangat perlu. Yang bisa diatasi sambil di rumah ya diatasi di rumah saja,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, di Kompleks Kepatihan, Kamis (24/6/2021).
Selain menerapkan disiplin protokol kesehatan, Baskara Aji juga mengaku Pemda DIY sudah mempersiapkan dengan menambah bed atau tempat tidur khusus Covid-19 dan memastikan ketersediaan oksigen karena semakin banyak yang terkonfirmasi otomatis makin bertambah pula kebutuhan oksigen.
Pihaknya juga meminta manajemen rumah sakit untuk menjaga tenaga kesehatan (nakes) agar tidak ikut tertular, salah satunya dengan mengatur beban kerja nakes melalui sistem sif dengan baik. “Kita harus menjaga juga kesehatan para nakes,” ujar Baskara Aji.
Berdasarkan data Pemda DIY, penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY per 24 Juni 2021 sebanyak 791 orang, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 55.463 kasus. Penambahan kasus terbanyak masing didominasi Sleman dan Bantul masing-masing 319 kasus untuk Sleman dan 249 kasus untuk Bantul. Kemudian disusul Kulonprogo 131 kasus, Jogja 79 kasus, dan Gunungkidul 13 kasus.
Penambahan kasus terkonfirmasi positif ini berdasarkan pemeriksaan sampel harian sebanyak 3.113 sampel. Sementara total sampel yang diperiksa sebanyak 332.345 sampel. Adapun jumlah orang yang diperiksa sebanyak 306.490, termasuk 3.080 di antaranya diperiksa per 24 jam.
“Rincian riwayat sementara penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 ini ini berdasarkan tracing kontak erat kasus positif sebanyak 613 kasus, periksa mandiri 122 kasus, belum ada info [belum diketahui riwayatnya sebanyak] 50 kasus, dan screening karyawan kesehatan tiga kasus, perjalanan luar daerah tiga kasus,” kata Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol (UHP) Setda DIY, Ditya Nanryo Aji, Kamis (24/6/2021).
Pada hari yang sama juga terjadi penambahan kasus meninggal dunia sebanyak 11 orang, sehingga total kasus meninggal menjadi 1.422 kasus. Penambahan kasus meninggal dunia karena Covid-19 terbanyak dari Sleman tujuh orang, kemudian Bantul tiga orang, dan Jogja satu orang.
Sementara penambahan kasus sembuh sedikit, yakni sebanyak 258 kasus, sehingga total sembuh menjadi 46.644 kasus. Distribusi penambahan kasus sembuh dari Bantul 118 kasus, Sleman 61 kasus, Jogja 47 kasus, Kulonprogo 17 kasus, dan Gunungkidul 15 kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul memberi sepatu kepada temannya viral. Seorang alumni kemudian memberikan laptop untuk mendukung belajar Alif.
Ratifikasi Konvensi ILO 188 ditegaskan Indonesia untuk memperkuat perlindungan awak kapal perikanan dan menjamin standar kerja layak di sektor maritim.
Prabowo melantik Kepala BGN baru Nanik S Deyang dan Said Iqbal sore ini. Istana juga menegaskan tidak ada rencana mengganti Menteri Keuangan.
PPPK Kemensos 2026 resmi dibuka. Simak syarat, cara daftar SSCASN, formasi tendik Sekolah Rakyat, dan jadwal lengkap seleksinya.
Disiplin anak tanpa kekerasan menjadi fokus Parenting PAUD di Pekalongan. Orang tua diajak menerapkan pola asuh positif dan penuh kasih sayang.
Bahlil Lahadalia memastikan skema bagi hasil tambang ala migas batal diterapkan. Pemerintah menegaskan aturan minerba tetap berlaku tanpa perubahan.