Begini Cara Polresta Jogja Minta Masyarakat Terapkan Prokes

Sejumlah personel Satsabhara Polresta Jogja saat melakukan patroli dengan menggunakan segway di kawasan Malioboro belum lama ini. - Istimewa
26 Juni 2021 13:07 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sering dengan perkembangan zaman, tiap institusi berusaha mengadopsi peralatan teknologi terbaru untuk mengoptimalkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Begitu pula Polresta Jogja yang beberapa waktu lalu telah memanfaatkan kendaraan listrik roda dua (segway) sebagai fasilitas penunjang bagi personel dalam patroli di lapangan. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Yosef Leon.

Bripda Herjati Nur Wijanarko dengan luwes mencoba memeragakan penggunaan segway di Kantor Satuan Sabhara Polresta Jogja. Di tempat yang cukup sempit itu, dia dapat memacu segway dengan kecepatan sedang, tinggi dan juga rendah. Alat itu terlihat cukup akrab saat dikendarai olehnya.

"Sebenarnya susah-susah gampang. Karena memang harus fokus, kan kita sendiri yang mengoperasikan mau kencang, sedang atau pelan," ungkapnya.

Dia mengaku tidak mengalami kesulitan saat berlatih menggunakan segway. Sebentar saja alat itu sudah mampu dikuasainya. Hanya saja, memang butuh latihan dan juga keinginan untuk melawan rasa takut dan grogi saat awal mencoba. Lama kelamaan, pasti akan fasih. Begitu pengakuan Bripda Herjati.

Penggunaan segway sebenarnya cukup simpel. Saat menjejakkan kaki di kedua tikarnya, pengguna hanya perlu mencondongkan badan ke depan untuk maju dan ke belakang untuk mundur. Bagian sisi dalam lutut berfungsi untuk mengarahkan kendali saat ingin berbelok ke kanan atau kiri.

Segway dilengkapi berbagai sensor yang berguna dalam mendeteksi berbagai gerakan untuk kemudian diterjemahkan sebagai perintah saat pengguna mengoperasikannya.

Saat ini Polresta Jogja mempunyai sembilan unit segway yang siap digunakan para personel dalam berpatroli. Segway itu telah ada sejak 2018 lalu, saat Polresta Jogja dipimpin oleh Kombes Pol Armaini. Semuanya merupakan fasilitas bantuan dari sejumlah instansi swasta dan juga Pemkot Jogja. Peralatan itu kini menjadi tambahan fasilitas dalam melengkapi pelbagai kendaraan patroli yang kerap digunakan oleh satuan itu.

KBO Sabhara Polresta Jogja, Iptu Eko Yudi, menjelaskan dalam berpatroli dan pengawasan kegiatan masyarakat polisi menggunakan sejumlah kendaraan di antaranya roda dua, roda empat, sepatu roda, sepeda, hingga segway. "Biasanya segway ini digunakan di sejumlah tempat wisata yang dominan dan ramai di Kota Jogja," kata Iptu Eko.

Kawasan Tugu, Malioboro, dan Kraton (Gumaton) menjadi sejumlah tempat yang kerap disambangi oleh personel Sabhara saat berpatroli menggunakan segway. Hal ini disebabkan penggunaan segway yang biasanya terbatas dan kerap digunakan pada jalur-jalur yang ramah saja. Dan ketika akhir pekan, biasanya personel yang patroli menggunakan segway sudah berlalu-lalang di kawasan itu. "Biasanya malam lebih sering personel menggunakan segway, karena kan Malioboro bebas kendaraan bermotor mulai pukul 18.00 WIB," ujarnya.

Petugas yang berpatroli menggunakan segway biasanya akan mengawasi tindakan kriminal dan mengimbau agar pengunjung di kawasan itu berhati-hati saat berada di kondisi keramaian. Di masa pandemi, selain mengawasi tindakan kriminal, personel juga melakukan imbauan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di kawasan wisata.

"Segway ini dipilih karena bisa lebih mobile ya bagi personel saat di lapangan dan di sisi lain juga lebih praktis," ujarnya.

Personel yang patroli menggunakan segway digunakan oleh petugas yang piket. Nantinya mereka dibagi ke dalam beberapa regu untuk patroli dengan menggunakan pelbagai kendaraan. Petugas yang menggunakan segway biasanya juga dibarengi atau diiringi dengan petugas yang berpatroli dengan kendaraan lain, misal sepeda atau yang jalan kaki.

Ia mengakui patroli menggunakan segway sangat terbatas dan hanya bisa digunakan pada momen dan tempat tertentu saja. Sehingga, tidak akan efektif jika digunakan untuk menangkap atau pula mengejar pelaku tindak kriminal saat petugas patroli menggunakan itu. Makanya, segway hanya dimanfaatkan untuk mengawasi tempat-tempat wisata saja dan juga melerai kemacetan lalu lintas.

"Selama ini juga belum ada insiden yang didapati saat personel patroli menggunakan segway ini," ujarnya.

Penggunaan segway oleh unit Sabhara Polresta Jogja juga hanya diperuntukkan bagi petugas yang masih dalam kategori muda. Sebab, mereka biasanya lebih fasih dalam mempelajari hal baru dan cepat untuk beradaptasi. "Biasanya yang lumayan berumur sudah tidak mau atau bisa dibilang takut untuk mencoba. Tidak semua anggota juga yang berani, karena takut jatuh juga," ungkap Iptu Eko.

Keterbatasan personel juga mengakibatkan penggunaan segway saat berpatroli hanya beberapa saja. Paling banyak polisi menerjunkan maksimal enam petugas yang menggunakan segway. "Makanya untuk membantu personel yang lain juga diikutsertakan misal dengan yang menggunakan sepeda atau roda dua," jelas dia.