Mayoritas Desa di Sleman Zona Merah Covid, Tak Ada yang Zona Hijau

Ilustrasi - Freepik
26 Juni 2021 06:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Mayoritas dari 86 kalurahan atau desa di Sleman masuk zona merah. Tak ada lagi kalurahan yang berstatus zona hijau akibat lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Sleman. 

Berdasarkan peta zonasi epidemologi Covid-19 yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman 14-20 Juni, dari 86 kalurahan, 65 kalurahan masuk zona merah. Sebanyak 12 kalurahan masuk zona oranye dan sembilan kalurahan masuk zona kuning. 

Sementara, untuk kriteria zonasi berdasarkan RT, sebanyak 6.444 RT di Sleman masuk zona hijau. RT yang masuk zona kuning sebanyak 1.330 RT, zona oranye 67 RT dan zona merah sebanyak 32 RT. Padahal berdasarkan zonasi sepekan sebelumnya (7-13 Juni), hanya 13 RT yang masuk zona merah dan 25 RT masuk zona oranye, 817 RT zona kuning serta 6.978 RT zona hijau. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo enggan berbicara banyak mengenai penambahan zona merah di tingkat kalurahan. "Iya betul (mayoritas kalurahan zona merah)," kata Joko, Jumat (25/6/2021). 

Sejumlah selter bagi pasien Covid-19 yang disediakan Pemkab Sleman juga dipenuhuni pasien.

"Semua selter penuh, Asrama Haji, Rusunawa Gemawang, Unisa dan UII," kata koordinator Tim Dekontaminasi dan Pemakaman Satgas Covid-19 Sleman, Makwan.

Pemkab Sleman menyediakan sejumlah selter isolasi dengan kapasitas berbeda-beda. Di Rusunawa Gemawang disediakan 76 bed, Asrama Haji 80 bed, Asrama Unisa 50 bed dan shelter isolasi UII 72 bed. 

Pemkab sudah mengeluarkan instruksi agar setiap kalurahan menyediakan selter bagi warganya yang terinfeksi virus Corona. Namun sejauh ini, dari 86 kalurahan belum semuanya memiliki selter. "Kami berharap seluruh selter diaktifkan. Sebagian warga memilih isolasi mandiri di rumah," katanya.