Pandemi di Jogja Telah Masuk Alarm Darurat, Dewan Beberkan Kondisinya

Ilustrasi. - Freepik
27 Juni 2021 18:37 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pansus Covid-19 DPRD Kota Jogja kembali mengingatkan Pemkot setempat untuk mengoptimalkan berbagai sarana dan prasarana pelengkap dalam penanggulangan Covid-19. Pansus juga menyatakan bahwa kondisi pandemi yang belakangan kian melonjak merupakan alarm darurat bagi pemerintah.

Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Jogja, Antonius Fokki Ardiyanto mengatakan, berdasarkan pemaparan Dinas Kesehatan dan sejumlah rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Kota Jogja dalam rapat pekan lalu dijelaskan bahwa wilayah setempat sudah sampai pada tahap membunyikan alarm. Dalam arti, kondisi Covid-19 di Kota Jogja sedang tidak baik-baik saja.

Hal itu bisa dilihat dari kondisi ketersediaan tempat tidur yang sudah penuh baik ICU ataupun non ICU. Di sisi lain, antrean pasien juga sudah menumpuk. "Yang kedua kedua shelter milik pemerintah sudah penuh bahkan antrean masuk mencapai 36. Ketiga, persediaan oksigen menipis termasuk ventilator. Keempat, sudah banyak nakes yang terpapar Covid-19 dan melakukan isoman," kata Fokki, Minggu (27/6/2021).

"Bahkan dari hasil penelusuran lapangan hari minggu ini tgl 27 Juni 2021 juga masih banyak rumah sakit yang menutup ICU nya karena keterbatasan ruangan dan bed," lanjutnya.

BACA JUGA: Masuk Zona Merah! Pemkab Sleman Berlakukan Kerja dari Rumah 75%, Rapat Tatap Muka Ditiadakan

Dengan demikian, dia meminta agar Pemkot Jogja segera menambah shelter dengan menggunakan gedung gedung milik pemerintah dan membuat rumah sakit lapangan. Selain itu, juga mempercepat proses pelaksanaan vaksinasi di Kota Jogja untuk bisa membentuk herd immunity (kekebalan kelompok). "Hal selanjutnya segera melakukan proses komunikasi ke PT. Samator sebagai pemasok oksigen utama untuk memastikan pasokan sesuai jadwal," imbuhnya.

Sebelumnya Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, pihaknya berupaya untuk mengkolaborasikan penggunaan shelter yang ada di Bener, Tegalrejo dan juga balai RK serta RW sebagai tempat isoman warga yang terpapar Covid-19. "Sekarang sudah mulai kami aktifkan. Jadi ini kombinasi antara shelter yang ada di Bener maupun dengan yang ada di wilayah," katanya.