Kota Jogja Disarankan Buka Rumah Sakit Darurat

Ilustrasi. - Freepik
30 Juni 2021 14:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Jogja terus mengkhawatirkan. Pendirian rumah sakit darurat dan sejenis dinilai perlu untuk diadakan guna memberikan layanan maksimal kepada masyarakat.

Anggota Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Jogja Nurcahyo Nugroho mengatakan berdasarkan hasil raker dengan Dinas Kesehatan dan perwakilan rumah sakit di Kota Jogja, saat ini kondisi fasilitas layanan kesehatan sudah mengkhawatirkan. Ketersediaan bed tidak lagi mampu menampung pasien Covid-19 karena jumlah penambahan kasus harian yang persentasenya terus merangkak naik.

Oleh karena itu, ia mengusulkan pentingnya pendirian rumah sakit darurat, seperti dengan mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien. Mengingat Kota Jogja sering jadi rujukan pasien dari daerah lain.

"Kondisi sudah sangat mendesak, ruang perawatan penuh, menurut kami perlu segera diadakan semacam rumah sakit darurat dengan melibatkan berbagai komponen dan instansi lain seperti TNI, Polri serta lembaga lain. Termasuk memastikan stok oksigen tersedia, jangan sampai terjadi kelangkaan," katanya Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Sempat Ditutup Sebentar, Tim Pemakaman BPBD Sleman Kembali & Makamkan 22 Jenazah

Nurcahyo mencermati salah satu penyebab menumpuknya pasien di ruang isolasi karena menunggu hasil tes PCR yang butuh waktu antara empat hingga lima hari. Persoalan ini harus dipangkas dengan menyediakan layanan secara mobile dengan mengerahkan tenaga kesehatan yang ada. Harapannya bisa mengurangi penumpukan pasien di ruang isolasi.

"Jika diperlukan sebaiknya diadakan kendaraan yang secara khusus bisa melayani tes PCR sehingga layanan bisa diberikan mobile," katanya.

Begitu juga soal selter, kata dia, perlu ditambah dengan memanfaatkan sejumlah gedung milik pemerintah yang untuk sementara tidak terpakai. Menurutnya, berdasarkan data pekan lalu jumlah antrean masuk ke selter mencapai 36 orang yang diperkirakan terus bertambah.

"Karena isolasi di rumah itu juga berisiko menular ke anggota keluarga yang lain. Selain itu jika diisolasi di selter, pasien akan lebih mudah dipantau," ujarnya.